Suporter Persib BandungPersib Bandung

PSSI Pusing Persib Bandung Inginkan Laga Kontra Persija Jakarta Ada Penonton

Sekjen PSSI Yunus Nusi berharap Persib Bandung tetap mengikuti keputusan komite disiplin (Komdis) terkait larangan pertandingan dihadiri penonton saat menghadapi Persija Jakarta pada akhir pekan ini dalam lanjutan Liga 1 2023/24.

Persib mengajukan banding atas keputsan Komdis PSSI yang menjatuhkan sanksi larangan menggelar satu pertandingan dengan kehadiran penonton. Keputusan itu dikeluarkan Komdis terkait kerusuhan dan penganiayaan di luar perimeter stadion yang dilakukan suporter usai duel melawan PSIS Semarang di Stadion Si Jalak Harupat pada 27 Februari 2024.

Keluarnya keputusan ini membuat pertandingan kandang Persib tidak akan bisa dihadiri penonton ketika melawan Persija, yang merupakan rival abadi klub Kota Kembang tersebut.

“Hari ini (kemarin) Persib telah mengirimkan surat pengajuan ke Komite Banding PSSI. Kami berharap Komite Banding bisa mengabulkan permohonan Persib untuk membatalkan sanksi Komite Disiplin PSSI,” kata vice president pperational PT Persib Bandung Bermartabat Andang Ruhiat dilansir laman resmi klub.

Sikap Persib ini membuat PSSI sedikit pusing. Pasalnya, pertandingan antara Persib dan Persija kerap berlangsung panas. Itu tidak hanya terjadi di atas lapangan, tetapi juga di luar.

“Kami akan lakukan semuanya secara prosedural, karena ini juga menyangkut sebuah risiko yang sangat besar. Tentu kami akan mengakomodir saran dan pendapat dari berbagai elemen, dan kami juga harus berkaca kepada beberapa kejadian,” jelas Yunus Nusi.

“Kami juga tidak mau kecolongan lagi, karena kejadian seperti, maaf, Kanjuruhan itu betul-betul luar biasa memukul federasi. Kami juga berharap ke depannya kawan-kawan saling menahan diri. [Klub] Juga harus memaklumi ketika PSSI memberikan keputusan tanpa penonton, ya layaknya itu juga dituruti, memaklumi itu.”

“Kita lihat sendiri, soal regulasi yang suporter tandang ke kandang, lawan mereka kadang datang dengan cara-cara tidak benar. Ini kan kita khawatir, karena masih dalam pemantauan FIFA dalam rangka transformasi sepakbola Indonesia. Kami khawatir bila ada kejadian yang menyerupai kejadian sebelumnya, ini akan berakibat fatal terhadap federasi kita.”

Iklan
0