Timnas Indonesia masih punya kemungkinan untuk dibela pemain naturalisasi. Hal itu diungkapkan oleh Moch. Iriawan selaku ketua umum PSSI.
Memang ada pro kontra terkait pemain naturalisasi, namun Iriawan juga memastikan menaturalisasi pemain perlu pertimbangan mendalam dan tak boleh asal.
Hal tersebut dipaparkan oleh Iriawan pada webinar yang diselenggarakan oleh LPEM FEB Universitas Indonesia, Kamis (12/6) kemarin. Usia hingga kualitas pemain jadi pertimbangan penting.
"Dalam rapat terbatas [Ratas] bersama pak Presiden Jokowi [Joko Widodo], beliau mengatakan kenapa tidak melakukan naturalisasi pemain?" buka Iriawan.
"Lalu saya bilang, saya tidak alergi dengan naturalisasi. Tetapi kalau naturalisasi datangnya dari umur 37, kemudian dari sana dia hanya bermain di kasta ketiga, keempat untuk apa," tambahnya.
"Tetapi kalau mungkin nanti naturalisasi, siapa tahu ada yang umur 19. Kalau memang dia pemain yang bagus, kemudian mudah prosesnya, tidak memberatkan PSSI, itu akan kami pertimbangkan," sambung Iriawan.
Alvino Hanafi / GoalMenurut Iriawan, PSSI pun aktif memantau bakat keturunan Indonesia yang tersebar di negara lain. Hal itu dilakukan demi bisa memperkuat timnas Indonesia, di level apa pun.
Terlebih, Indonesia bakal menjadi Piala Dunia U-20 2021, yang pastinya menjadi ajang penting untuk timnas Indonesia U-20. Event itu tak mau disia-siakan, sehingga PSSI harus melakukan yang terbaik untuk timnas U-20.
"Bahkan sejak republik ini berdiri, baru sekali ini. Oleh sebab itu, kita harus sukseskan penyelenggaraannya dan timnasnya juga berprestasi," urai pria yang akrab disapa Iwan Bule itu.
"Untuk itu, saya ingin cetak timnas yang tangguh. Semua sumber daya yang ada saya kerahkan dengan jaringan yang ada, untuk kemajuan sepakbola Indonesia," pungkas Iriawan.
Alvino Hanafi