Shin Tae-yong - Latihan KroasiaPSSI

PSSI Pastikan Shin Tae-Yong Datang Ke Indonesia Tidak Sendirian

Misteri kedatangan Shin Tae-yong ke Indonesia akhirnya terjawab. PSSI memastikan sosok berusia 52 tahun tersebut tiba di Tanah Air, besok (18/8) malam WIB.

Sejak akhir Juni 2021, Tae-yong telah meninggalkan Indonesia. Ia memutuskan pulang ke negara asalnya, Korea Selatan, untuk mengecek kesehatan sekaligus pengobatan.

Tae-yong sempat dijadwalkan terbang ke Indonesia pada 9 Agustus 2021. Akan tetapi, terpaksa ditunda karena ia mesti menjalani karantina usai bertemu temannya yang positif terinfeksi virus corona.

"Shin Tae-yong sudah kami belikan tiket kembali ke Jakarta. Begitu tiba, ia harus menjalani karantina mandiri di hotel selama delapan hari," kata sekjen PSSI, Yunus Nusi, dikutip laman resmi federasi.

Yunus menyampaikan Tae-yong datang ke Indonesia tidak sendirian. Melainkan, ia bersama asisten pelatih Choi In-cheol dan analis Kim Jong-jin.

"Begitu selesai karantina, PSSI akan bertemu Shin Tae-yong untuk membicarakan road map terbaru program timnas Indonesia dan pergantian posisi tiga asisten pelatih,” ujarnya.

Shin Tae-yong - Timnas IndonesiaPSSI

Saat ini timnas Indonesia sedang mencari asisten pelatih yang baru. Tiga orang yang tadinya menduduki posisi tersebut yakni Kim Hae-woon, Lee Jae-hong, dan Kim Woo-jae, mengundurkan diri.

Alasan ketiga asiten pelatih timnas Indonesia itu mundur karena masalah pribadi. Namun, PSSI dan Tae-yong tidak mau mengungkap secara detail persoalan tersebut.

Beredar rumor Kim Bong-soo dan Dzenan Radoncic, menjadi asisten pelatih baru timnas Indonesia. Munculnya isu tersebut karena kedua orang itu mempunyai kedekatan dengan Tae-yong.

Agenda terdekat Tae-yong adalah menyiapkan timnas Indonesia untuk melawan Cina Taipe pada leg pertama play-off babak ketiga kualifikasi Piala Asia 2023. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung Oktober mendatang.

Semula timnas Indonesia bakal menjamu Cina Taipe, pada 7 September 2021. Namun, PSSI dan federasi sepakbola Cina Taipe (CFTA) sepakat mengundurnya karena virus corona yang belum terkendali.

Iklan
0