PSSI memastikan tidak menemukan masalah dalam proses naturalisasi Jordi Amat. Federasi sepakbola Tanah Air tersebut menjamin pemain berusia 29 tahun itu bisa langsung membela timnas Indonesia setelah berpindah kewarganegaraan.
Sebelumnya, proses naturalisasi Amat sempat terhambat karena perpindahan federasi. Pilar KAS Eupen tersebut pernah memperkuat timnas Spanyol di berbagai kelompok umur mulai U-16 sampai U-21.
Keadaan tersebut dikhawatirkan menjadi penghalang Amat untuk langsung berseragam timnas Indonesia selepas dinaturalisasi. Hal itu karena FIFA punya aturan dalam perpindahan pemain antarfederasi.
Namun, setelah PSSI melakukan pengecekan naturalisasi Amat tidak melanggar aturan FIFA. Oleh karena itu proses menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) eks Swansea City tersebut dilanjutkan.
"Setelah meeting secara maraton dua hari berturut. Federasi menyimpulkan proses naturalisasi Jordi Amat tidak ada kendala dan akan diteruskan," tulis anggota komite eksekutif (Exco) PSSI Hasani Abdulgani dalam akun Instagram miliknya.
"Jordi tetap dibolehkan untuk membela timnas karena tidak bertentangan dengan amandemen baru tentang article 9.2. (Perpindahan Federasi di dalam Regulations Governing the Application of the Statutes di Statuta FIFA 2020)."
Selain Amat, PSSI juga sudah menyerahkan dokumen Sandy Walsh kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk ditindaklanjuti. Kedua pemain keturunan tersebut merupakan rekomendasi pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong untuk dinaturalisasi.
Diyakini, kehadiran Amat dan Walsh membuat timnas Indonesia makin kuat. Tae-yong juga sempat mengajukan dua pemain keturunan lainnya yakni Mees Hilgers dan Kevin Diks buat dinaturalisasi.
Hanya saja, proses naturalisasi Hilgers dan Diks tidak dilanjutkan PSSI. Penyebabnya, karena kedua pemain tersebut tidak mendapat restu dari orang tua masing-masing.
Terbaru, PSSI sedang menunggu dokumen Shayne Pattynama untuk dinaturalisasi. Pemain klub Norwegia Viking FK tersebut sudah menyatakan kesiapannya untuk membela timnas Indonesia.
