PSSI sudah memutuskan kompetisi Tanah Air musim ini dilanjutkan. Sesmepora Gatot S Dewa Broto, berpesan federasi sepakbola nasional tersebut lebih dulu dapat persetujuan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, sebelum memulai pertandingan.
Sejauh ini Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, belum mengizinkan olahraga yang sifatnya bersentuhan fisik, termasuk sepakbola untuk dilaksanakan. Hal itu untuk menghindari penyebaran virus corna semakin luas.
Namun, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 tidak menutup peluang PSSI melanjutkan kompetisi. Asalkan, menerapkan protokol kesehatan ketat seperti adanya tes polymerase chain reaction (PCR), yang dilakukan seluruh klub untuk memastikan terbebas dari virus corona.
"Ya, sudah harus dihormati apa yang diputuskan Gugus Tugas. PSSI harus menunggu lampu hijau itu. Selama kebijakan itu belum dicabut berarti PSSI juga belum boleh? Iya, kalaupun sudah boleh, nanti akan dibalik. Ikuti apa kata Kemenpora [protokol kesehatan]. Pasti seperti itu," kata Gatot.
"Kami menyusun protokol ini juga koordinasi dengan Gugus Tugas. Artinya, setelah ada pernyataan dari Bapak Doni Monardo [Kepala Gugus Tugas], PSSI jangan berkecil hati. Minta konfirmasi dengan gugus tugas," Gatot menambahkan.
Kendati begitu, Gatot menghormati keputusan yang sudah diambil PSSI. Ia, mengatakan pihaknya menyerahkan segala kebijakan kepada masing-masing induk cabang olahraga (cabor).
Persebaya Official"Sejak semula saya sudah katakan jika itu ranahnya cabor dan itu tidak hanya berlaku pada PSSI, tapi cabor lain. Tetapi harus mempertimbangkan dan memperhatikan kebijakan yang diambil Gugus Tugas," ujarnya.
PSSI mengambil keputusan melanjutkan Liga 1 dan 2 setelah melangsungkan rapat komite eksekutif (Exco), beberapa hari lalu. Dijadwalkan kompetisi mulai diputar pada September atau Oktober mendatang.
Nantinya, bakal ada sejumlah perubahan saat kompetisi dimulai. Berdasarkan wacana yang ada seluruh pertandingan Liga 1, dipusatkan di Pulau Jawa, hingga tak ada degradasi untuk musim ini.
Sementara untuk Liga 2, bakal dilakukan dengan skema home tournament. Hanya ada dua klub dari 24 kontestan yang berjuang yang bisa naik kasta ke Liga 1 musim depan.
Kompetisi nasional sudah dihentikan PSSI sejak pertengahan Maret lalu, karena pandemi virus corona. Semenjak itu, klub meminta para pemainnya untuk menjalani latihan mandiri di kediamannya masing-masing.
