PSSI harus merogeh kocek miliaran untuk menerapkan VAR pada Liga 1 2023/24 dan peningkatan kualitas wasit. Hal tersebut diucapkan langsung ketua umum federasi sepakbola nasional itu Erick Thohir usai menghadiri VAR Education di Jakarta, Jumat (7/7).
Peserta VAR Education adalah 42 wasit yang terdiri 18 pengadil lapangan di Liga 1 2023/24. Sementara 24 lainnya adalah orang yang bakal memimpin Liga 2 2023/24.
VAR Education telah digelar sejak dua hari lalu. Agenda tersebut dilangsungkan untuk mematangkan rencana penerapan di Liga 1 2023/24 yang akan dilakukan mulai Februari tahun depan.
"Kami ingin pastikan para wasit siap punya kemampuan dan juga konfiden. Karena itu, selain tadi sudah ada pelatihan yang menjelaskan, saya masuk kasih pandangan ke depan mengenai perwasitan kita harus lebih baik. Kenapa? Karena ini menjadi kunci. Kalau perwasitan kita tidak ada peningkatan, jalan pertandingan tidak maksimal," kata Erick.
"Tapi jangan juga terjebak persepsi seakan wasit kita semua curang, saya tidak setuju. Karena itu, kemarin Exco PSSI, saya sendiri menawarkan untuk ambil pimpinin komite wasit, tidak lain untuk menyemangati kami peduli kepada mereka [wasit], sehingga ketua PSSI saja mau turun," Erick menambahkan.
Dalam meningkatkan kualitas wasit Tanah Air, PSSI tidak bekerja sendiri. Organisasi yang didirikan 1930 tersebut menggandeng federasi sepakbola Jepang.
Upaya yang dilakukan PSSI tersebut agar wasit di Indonesia mampu bertugas maksimal. Jangan ada lagi yang memandang pekerjaan para pengadil lapangan itu sepele.
"Kami sudah pelajari akan studi banding dengan Jepang ada struktur perwasitan yang harus diperbaiki secara menyeluruh dan biaya tidak murah. Itu miliar-miliaran," ucapnya.
"Itu tidak pernah kami di PSSI punya anggaran segini besar untuk perwasitan. Kami coba mencari dana lagi. Saya terima kasih kepada Liga [Indonesia Baru] yang bisa mendorong ada percepatan VAR sehingga menjadi terobosan luar biasa," ia melanjutkan.
