Bobotoh - Fans Persib BandungGoal / Abi Yazid

PSSI Ingin Klub Beri Edukasi Ke Suporternya


OLEH   MUHAMMAD RIDWAN

Aksi tidak terpuji kembali mewarnai kompetisi sepakbola nasional. Teranyar adalah kericuhan saat laga final Liga 1 U-19 yang mempertemukan Persipura Jayapura U-19 kontra Persib Bandung U-19 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Selasa (7/11) malam WIB.

Penonton Persib U-19 tidak puas karena timnya kalah dari Persipura U-19 dengan skor 1-0. Akibatnya, sesaat setelah laga berakhir, mereka menyalakan dan melemparkan flare ke dalam lapangan yang diiringi pelemparan bangku.

Suasana tidak kondusif tersebut membuat penyerahan trofi juara sempat tertunda beberapa saat. Beruntungnya petugas keamanan dengan sigap dapat menenangkan para suporter tersebut.

Akan tetapi, kericuhan tersebut bukanlah barang baru. Beberapa hari yang lalu suporter PSM Makassar mengamuk usai timnya dikalahkan Bali United dengan skor 1-0 di Stadion Andi Mattalatta. Bahkan, para pemain Serdatu Tridatu harus dievakuasi menggunakan rantis ke luar stadion. 

Agar tidak terjadi kejadian serupa ke depannya, PSSI menginginkan klub memberikan pelajaran kepada suporternya masing-masing. Ini semua dilakukan demi memperbaiki kualitas sepakbola Tanah Air.

"Kami ingin teman-teman juga memberikan masukan agar bisa suporter lebih baik seperti apa. Karena suporter memiliki hubungan kedekatan dengan klub dan tentunya rivalitas di antara klub itu menjalar dan diikuti oleh fansnya. Kami ingin rivalitas ini, yang sebenarnya populer diseluruh dunia kami tingkatkan modusnya tapi untuk jadi lebih baik. Untuk beradu kreativitas dan seterusnya," kata wakil ketua umum PSSI Joko Driyono. 

"Karena kesadaran konsekuensi atas disiplin fans ada di klubnya. Kami yakin fans mengerti hal itu, tapi untuk menjaga hal itu jangan forsir PSSI di ujung untuk melakukan hukuman. Kami ingin klub memiliki intensitas yang baik demgan fans ya, agar tumbuh kepercayaan di antara fans," ia menambahkan.

Sejauh ini, berdasarkan hasil sidang Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, pendukung Persib menjadi yang paling sering melakukan kericuhan. Denda ratusan juta rupiah harus dibayarkan Maung Bandung karena tindakan suporternya tersebut.

Iklan
0