Assosiasi pesepakbola profesional Indonesia (APPI) mendesak PSSI mengikuti pedoman yang dikeluarkan FIFA terkait gaji pemain selama masa pandemi virus Corona. Hal itu ditekankan kuasa hukum APPI Mohammad Agus Riza Hufaida.
Gugus tugas FIFA yang dipimpin wakil presiden Vittorio Montagliani telah berkonsultasi dengan perwakilan beberapa konfederasi, federasi, klub, dan pemain. Hasil konsulitasi terkait penyesuaian kontrak pemain pun disahkan Biro Dewan FIFA dalam bentuk pedoman.
Pedoman ini menjadi pegangan klub dan pemain untuk melakukan negosiasi. Jika kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan, dan permasalahan ini dilaporkan ke FIFA, maka induk organisasi sepakbola dunia tersebut akan melakukan investigasi ke klub bersangkutan.
Riza mengatakan, asosiasi pesepakbola profesional dunia (FIFPro) merasa terkejut ketika mengetahui PSSI telah menetapkan besaran gaji yang harus dibayar klub. Sebab, federasi tidak bisa ikut campur dalam permasalahan ini. Mereka telah mengirim surat kepada PSSI yang hingga kini belum mendapat jawaban.
“Padahal surat itu dari FIFPro yang menjadi mitra kerjanya FIFA sekaligus induk dari APPI. Mereka kaget PSSI mengeluarkan kebijakan seperti itu,” ujar Riza diwartakan laman kantor berita Antara.
“Di mana-mana, termasuk di Eropa, negosiasi gaji itu antara klub dengan pemain. Federasi tidak ikut campur, hanya mengarahkan saja. Bahkan FIFA yang mengeluarkan pedoman di tengah COVID-19 ini juga menyatakan begitu.”
SIMAK JUGA: BERITA LIGA 1!
