Kongres PSSI 2020PSSI

PSSI Depak Delapan Karyawan

Riak kembali terjadi di tubuh PSSI. Sedikitnya delapan karyawan harus mencari pekerjaan baru di tengah masa sulit pandemi virus Corona akibat dipecat, Jumat (5/6) menjelang tengah malam.

Mereka yang dipecat adalah direktur kompetisi Ronny Suhartil, Nugroho Setiawan (kepala departemen infrastruktur, keamanan, dan keselamatan), Gatot Widakdo (kepala hubungan media dan digital), dan Efraim Ferdinand (kepala departemen perwasitan).

Selain itu, kepala konten digital Tito Nugraha mengalami nasib serupa. Begitu juga dengan Donny Fachroci (kepala departemen timnas), Rais (kepala bidang event dan hospitality), dan Jaka (staf departemen keuangan).

Mochamad Iriawan - PSSIIstimewa

Dari delapan orang itu, empat diantaranya turut berperan dalam membantu Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021, yakni Ronny, Nugroho, Gatot dan Rais. Mereka yang dipecat ini juga memiliki pengalaman di kepanitian Asian Games 2018.

Tidak jelas alasan PSSI memutus hubungan kerja dengan delapan orang tersebut. Namun Gatot mengakui telah mendapat kepastian pemutusan hubungan kerja, Jumat (5/6) sekitar pukul 23:00 WIB melalui surat elektronik.

“Saya bekerja sebagai profesional. Berdasarkan perjanjian kerja. Jika dinilai sudah cukup, dan tidak dilanjutkan, ya sudah. Diselesaikan dengan baik merujuk perjanjian kerja juga. Mudah-mudahan selama ini memberi kontribusi yang baik untuk sepakbola Indonesia,” ujar Gatot.

Ratu Tisha Destria Sekjen PSSIGoal Indonesia

Kegaduhan di PSSI beberapa kali muncul ke permukaan dalam beberapa bulan terakhir. Pada 13 April lalu, Ratu Tisha Destria mundur dari jabatannya sebagai sekjen. Posisi itu kini ditempati Yunus Nusi sebagai pelaksana tugas (Plt).

Sebelum Yunus ditunjuk sebagai Plt, friksi terjadi ketika wakil ketua umum PSSI menyebut wakil sekjen Maaike Ira Puspita menggantikan peran Ratu Tisha. Padahal, statuta PSSI 2019, pasal 42 ayat 2, hanya ketua umum yang dapat mengusulkan pengangkatan sekjen.

Cucu kembali menimbulkan kegaduhan. Cucu yang saat itu juga menjabat direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) menyatakan posisi general manager operator kompetisi sepakbola profesional tersebut akan ditempati Pradana Aditya Wicaksana yang tak lain merupakan anak kandungnya. Kegaduhan mereda setelah Cucu menyatakan mundur dari PT LIB.

Iklan
0