Rencana PSSI untuk memberikan wadah kepada pemain timnas Indonesia U-20 yang batal main di Piala Dunia U-20 2023 untuk tampil pada Liga 1 tampak bakal jadi kenyataan. Federasi sepakbola Tanah Air tersebut menggandeng Bhayangkara FC buat mewujudukannya.
Namun tidak semua pemain timnas Indonesia U-20 yang dibawa ke Bhayangkara FC. Hanya para pesepakbola yang kekurangan menit bermain dan belum punya klub.
Tujuan PSSI melakukan itu karena sadar para pemain akan menjadi tulang punggung timnas Indonesia di masa mendatang. Maka dari itu, kemampuan para pemain butuh untuk terus diasah.
"Kami sedang berbicara dengan Bhayangkara FC, dengan pemiliknya, bahwa Timnas Indonesia U-20 itu adalah tim inti masa depan timnas kita," kata ketua umum PSSI Erick Thohir.
Diduga PSSI memilih Bhayangkara FC karena Sumardji memegang jabatan penting di sana. Pria berusia 51 tahun tersebut adalah COO The Guardian.
Selain itu, Sumardji merupakan anggota komite eksekutif (Exco) PSSI. Ia juga sudah berulang kali dipercaya menjadi manajer timnas Indonesia termasuk untuk SEA Games 2023.
"Kalau ada beberapa pemain Timnas Indonesia U-20 yang belum punya klub, atau klubnya berpikir pemain itu belum tentu bisa bermain, mereka bisa dimasukan ke satu tim bareng pemain timnas Indonesia U-20 lainnya," ucapnya.
"Karena selain mereka mempunyai talenta, mereka harus berlatih dengan benar dan diberikan jam terbang. Itu yang diperlukan untuk meningkatkan prestasi dan kualitas," ia menambahkan.
Erick menyampaikan terpaksa menitip para pemain timnas Indonesia U-20 ke Bhayangkara FC. Hal ini karena PSSI tidak membuat klub khusus untuk mereka.
"Tidak bisa dong. Nanti jumlah pesertanya bertambah. Sekarang di Liga 1 saja sudah ada 18 klub. Kalau tambah satu tim lagi, jadi aneh."
"Sebanyak 18 klub saja sudah bingung untuk atur-atur. Jadi ada 18 tim, kami pakai satu. Toh, ada paradigma yang sama di dunia olahraga lain, contohnya bola basket."
"Apakah itu bagus, ya kami reviu buat di sepakbola, bagus atau tidak. Kan kami tidak bisa bilang salah atau benar. Ditaruh dahulu, dibentuk dahulu, nanti kami lihat hasilnya."


