Direktur utama PT PT Putra Sleman Sembada (PSS) Marco Paulo Gracia, merasa rencana PSSI melangsungkan rapat komite eksekutif (Exco), pada akhir bulan ini sudah terlambat. Ia menyebut seharusnya agenda itu digelar sejak bulan lalu.
Rapat Exco PSSI tersebut dilakukan untuk membahas nasib Liga 1 dan Liga 2. Sampai sekarang, nasib kedua kompetisi sepakbola tersebut masih menggantung.
Kepolisian Republik Indonesia (Polri), tak kunjung memberikan izin. Padahal PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), berencana menggelar Liga 1 pada Februari mendatang.
Izin dari Polri, merupakan syarat mutlak yang mesti didapatkan. Tanpa adanya hal tersebut rencana PSSI dan PT LIB menggelar Liga 1 tidak bisa terlaksana.
"Kalau menurut saya sudah terlambat karena harusnya gelar rapat Desember [2020], saat sudah kelihatan sepertinya izin [dari polisi] belum turun. Itu harusnya (langsung) rapat Exco, kalau perlu rapat darurat," ucap Marco.
Suramnya masa depan Liga 1, membuat sejumlah kesebelasan kehilangan pemain asingnya. Bahkan, Madura United dan Persipura Jayapura, memilih untuk membubarkan tim.

Oleh karena itu, Marco berharap secepatnya ada kepastian nasib kompetisi. Ia menegaskan pihaknya bakal menerima segala keputusan yang diberikan PSSI.
"Yang penting ditegaskan dan dijalankan, supaya tidak menggantung. Seperti yang saya bilang, ini yang utama itu ketidakpastian, ini yang lebih bahaya. Lebih baik kalau selesai, selesai sekalian [Liga 1 2020-2021 dibatalkan]. Kalau enggak, jalannya kapan?," ujarnya.
Sedangkan, pemain PSS Jefri Kurniawan menilai lebih baik Liga 1 dihentikan. PSSI dan PT LIB bisa fokus untuk mempersiapan kompetisi musim baru.
"Bukan cuma untuk kebaikan pemain, tapi juga untuk kebaikan klub, operator dan demi kemajuan sepakbola Indonesia. Apalagi ajang Piala Dunia U-20 di Indonesia juga ditunda," ucap Jefri.
Skuad PSS telah diliburkan sejak beberapa bulan lalu. Para pemain diminta berlatih mandiri dari kediaman masing-masing untuk menjaga kondisinya tak menurun drastis saat kembali berkumpul.
Sebelum kompetisi berhenti bergulir pada pertengahan Maret tahun lalu, PSS sudah memainkan tiga pertandingan. Hasilnya, pasukan Super Elang Jawa belum mampu meraih kemenangan sama sekali.
PSS menuai dua kekalahan dan satu pertandingan sisanya berakhir dengan imbang. Raihan tersebut membuat Irfan Bachdim dan kawan-kawan harus puas menempati peringkat 16 dengan koleksi satu angka.
