OLEH MUHAMMAD RIDWAN
Tak sampai satu tahun lagi Asian Games 2018 bakal dihelat di Tanah Air. Akan tetapi, hingga kini timnas wanita Indonesia masih belum juga melakukan persiapan sama sekali baut terjun pada ajang tersebut.
Adanya hal ini membuat timnas wanita Indonesia layaknya anak tiri di PSSI. Mengingat, timnas Indonesia yang pria sudah terbentuk dan bertanding dalam beberapa ajang seperti Kualifikasi Piala Asia U-23 dan SEA Games.
Oleh karenanya, Luis Milla tinggal memoles sedikit saja timnas Indonesia buat bertanding di Asian Games tahun depan. Sedangkan, timnas wanita harus benar-benar dibuat dari awal.
Terakhir kali timnas wanita berkiprah pada awal Mei 2017. Saat itu, pasukan Rully Nere terjun pada ajang Piala AFF U-15 di Vietnam. Namun, hasil yang didapatkan sangatlah buruk.
Timnas wanita yang tergabung di Grup B, gagal bersaing. Mereka tak dapat mengimbangi kontestan lainnya yang juga tergabung di grup tersebut yakni Filipina, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste.
Bukannya bangkit untuk memperbaiki kegagalan yang didapatkan, PSSI malah membubarkan tim tersebut. Tak ada aktivitas lagi yang dilakukan di sepakbola wanita hingga sekarang.
"Untuk sepakbola wanita, tantangannya luar biasa berat. Jangankan level Asia, di level Asia Tenggara saja kita harus akui dan jujur kita masih belum kompetitif. Tetapi segala upaya tentu akan kita usahakan," kata wakil ketua umum PSSI Joko Driyono.
PSSI pun telah mempunyai cara agar timnas wanita tidak tampil jadi pesakitan di Asia Games. Induk sepakbola nasional tersebut akan berjuang mencari para pemain yang layak buat dimainkan.
"Sebagai tuan rumah, kita tentu tak hanya sekadar ikut. Langkah-langkah konkret yang akan kami lakukan yakni Pertiwi Cup di periode Oktober dan November 2017," ujarnya.
"Semoga bisa dijalankan sekaligus untuk talent scouting. Setelahnya baru kami akan meramu program dan pemusatan latihan oleh pelatih," ia menambahkan.
