Ketua umum PSSI Mochamad Iriawan, menyebut sudah menemukan lokasi di sekitar Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), untuk membangun kantor. Ia berharap tempat tersebut bisa selesai dibangun pada tahun depan.
Semenjak terusir dari kawasan SUGBK, pada 2016 karena renovasi untuk Asian Games 2018 PSSI berkantor nomaden. Sejauh ini induk sepakbola nasional tersebut telah berpindah tempat sebanyak tiga kali.
Pertama PSSI berkantor di kawasan Kuningan tepatnya di Grand Rubina mulai akhir 2016. Dua tahun kemudian berpindah ke sebuah rumah yang ada di jalan Kemang, dan sekarang menyewa gedung di FX Sudirman, Senayan.
"Saya lihat di tempat parkir bus SUGBK masih luas tanahnya, mungkin nanti dibangun di sana," kata Iriawan, saat berbincang dengan awak media di Senayan, Senin (15/11).
Bukan kali ini saja, Iriawan menyatakan keinginannya kantor PSSI tidak berpindah-pindah lagi. Ia sudah beberapa kali mengucapnya dan berharap pemerintah bisa membangun tempat bernaung federasi sepakbola Tanah Air tersebut di daerah sekitar Jakarta.
"Paling telat tahun depan kami punya kantor permanen milik PSSI. Sekarang belum jelas dan pindah-pindah ke sana ke sini. Belum permanen kantornya seperti federasi-federasi negara lain," ucapnya.
Pada 2017, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sempat menyebut akan membangun kantor untuk PSSI. Pernyataan tersebut disampaikannya usai melakukan rapat terbatas dengan sejumlah menteri di Istina Negara.
Ketika itu, Jokowi merasa tersinggung karena Edy Rahmayadi yang masih menjabat ketua umum PSSI, menjabarkan kondisi kantor PSSI lebih buruk dibanding federasi Timor Leste dan Afghanistan. Padahal, kedua negara tersebut kondisi persepakbolaannya tidak lebih baik dibandingkan Indonesia.
Hanya saja, setelah empat tahun berlalu ucap Jokowi tidak kunjung terealisasi. Makanya, Iriawan berusaha untuk mewujudkan kantor permanen PSSI seperti federasi sepakbola yang ada di negara lainnya.
