PSSI berencana melakukan pertemuan dengan kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan FIFA pada awal Januari 2019 untuk membicarakan langkah strategis memerangi pengaturan skor.
Sebelumnya, komisi disiplin (Komdis) PSSI telah menjatuhkan sanksi larangan mengikuti kompetisi sepakbola nasional 2019 kepada PS Mojokerto Putra, karena terbukti terlibat match fixing. Sedangkan Krisna Adi Darma dijatuhi sanksi larangan beraktivitas dalam kegiatan sepakbola di lingkungan PSSI seumur hidup.
Sekjen PSSI Ratu Tisha mengutarakan, keputusan Komdis itu merupakan komitmen induk organisasi sepakbola nasional ini untuk memerangi pengaturan skor. Menurut Tisha, PSSI menggandeng Polri untuk menghukum pihak yang berada di luar jangkauan mereka.
Karena itu, PSSI berencana melakukan pertemuan segitiga dengan Polri dan FIFA untuk memberantas pengaturan skor. Tisha juga berharap agar semua pihak ikut bekerja sama memerangi match fixing.
“Kami juga tengah menyiapkan tim Ad Hoc sinergi integritas. Komite ini dibentuk untuk tugas khusus dan dalam periode yang khusus. Awal Januari 2019, PSSI akan merencanakan pertemuan dengan Kepolisian RI yang juga mengundang FIFA untuk membicarakan langkah strategis,” jelas Tisha.
Goal Indonesia