Anggota komite eksekutif (Exco) PSSI, Refrizal, mengomentari tentang kerusuhan yang terjadi dalam laga PSS Sleman kontra Arema FC di Stadion Maguwoharjo, Rabu (15/5) malam. Menurutnya, hal itu terjadi karena ulah provokator.
PSS melawan Arema merupakan duel pembuka Liga 1 musim ini. Namun, pertandingan tersebut tercoreng karena adanya kerusuhan antarsuporter di dalam lapangan.
Bahkan, pertandingan tersebut sampai dihentikan pada menit 34, lantaran situasi tidak kondusif akibat adanya lemparan batu, botol hingga pecahan keramik dari tribune penonton yang masuk ke lapangan. Ketika itu kedudukan PSS dengan Arema imbang 1-1.
Sejumlah korban mendapat perawatan dari pihak medis. Para korban tersebut mengalami luka akibat terkena lemparan benda yang ada.
Untungnya, setelah melakukan rapat match commissioner memutuskan pertandingan kembali dilanjutkan. Suasana pun sudah kondusif saat laga dimulai kembali.
"Tadi kami sudah menggelar rapat bahwa ada laporan dari panitia ada 10 sampai 20 provokator. Itu sejak awal sebelum pertandingan dimulai. Tapi setelah para provokator itu dibawa keluar tidak ada lagi yang rusuh," kata Refrizal, yang ikut hadir di Stadion Maguwoharjo.
Lebih lanjut Refrizal menyatakan kejadian ini tidak bakal berpengaruh dengan rekomendasi yang diberikan dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Menurutnya, mereka tetap meminta Liga 1 berlangsung.
"Tadi ada juga pihak BOPI bersama kedua klub saat rapat. BOPI meminta liga harus jalan sesuai dengan rekomendasi yang sudah diberikan," ujarnya.



