Terhentinya Liga 1 sejak pertengahan Maret lalu, akibat pandemi virus corona membuat klub menjerit. Para kesebelasan mesti memutar otak agar neraca keuangannya tetap stabil.
Selama kompetisi berhenti, PSSI memang mengizinkan klub memangkas gaji pemain, tim pelatih, hingga ofisial. Keputusan tersebut sedikit meringankan beban para kontestan, karena uang dari sponsor ikut mandek.
"Menjaga keuangan klub apalagi di musim pendemi ini di mana kompetisi tidak jalan jadi kita harus berpikir bagaimana tetap bertahan atau bahkan bisa melangkah lebih baik," kata direktur keuangan PT Putra Sleman Sembada Andy Wardhana, dalam siaran podcast PSS.
Andy meyakini PSS bisa melewati situasi sulit yang sedang terjadi ini. Keyakinan tersebut timbul karena seluruh orang yang ada di timnya sangat solid dan saling mendukung.
"Dengan ada atau tidaknya kompetisi, kami mau PSS tetap hidup dan di sisi lain berbenah di berbagai aspek biar PSS maju di tingkat yang lebih tinggi. Denyut nadi PSS bukan sekadar klub ini saja," ujarnya.
"Tetapi, kami juga menjaga lingkungan sekitar klub sebagai potensi yang perlu dikembangkan," ia menambahkan.

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) berencana memutar kembali Liga 1 pada Februari 2021. Namun, belum diketahui tanggal sepak mula karena masih menunggu izin dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Izin dari Polri, merupakan syarat utama untuk melangsungkan pertandingan Liga 1. Tanpa, adanya hal tersebut rencana PT LIB dan PSSI tidak bisa direalisasikan.
Masalah izin sempat menjadi kendala ketika Liga 1 mau dihelat 1 Oktober 2020. Tiga hari sebelum sepak mula dilakukan, PSSI mengumumkan penundaan karena Polri tidak mengeluarkan izin.
Skuad PSS telah diliburkan sejak beberapa pekan lalu. Para pemain diminta berlatih mandiri dari kediaman masing-masing untuk menjaga kondisinya tak menurun drastis saat berkumpul.
Sebelum kompetisi berhenti bergulir, PSS sudah memainkan tiga pertandingan. Hasilnya, pasukan Super Elang Jawa tersebut belum mampu meraih kemenangan sama sekali.
PSS menuai dua kekalahan dan satu pertandingan sisanya berakhir dengan imbang. Raihan tersebut membuat Irfan Bachdim dan kawan-kawan harus puas menempati peringkat 16 dengan koleksi satu angka.
