Direktur utama PT Putra Sleman Sembada (PT PSS) Marco Gracia Paulo, tak habis pikir dengan perkataan yang disampaikan Guilherme Batata. Ia memastikan ucapan eks PSS Sleman tersebut tidak benar.
Batata, menuliskan kekecewaan di akun media sosial pribadinya karena manajemen PSS tidak mengurus proses EPO (Exit Permit Only) Visa. Bahkan, ia menyebut pihak Super Elang Jawa tidak merespons saat dihubungi.
“Saya kecewa karena Batata tidak cek terlebih dahulu bagaimana situasi yang sebenarnya. Jika Batata menyatakan sudah kontak manajemen, perlu diklarifikasi kepada siapa dia melakukan kontak tersebut,” kata Marco, dikutip laman resmi klub.
Marco, menyatakan Batata tidak pernah menghubungi manajemen PSS. Oleh karena itu, ia terkejut dengan tudingan yang dilakukan pesepakbola berusia 29 tahun tersebut.
“Manajemen PSS baru menerima permohonan mengenai proses ini dari pihak lain yang mengklaim sedang membantu Batata pada Selasa (15/06/2021) sore,” ucapnya.
“Permintaan itu diajukan lewat staf PSS dan langsung diurus. Dan per hari ini Rabu (16/06/21), prosesnya bahkan sudah berjalan di imigrasi Yogyakarta,” ia menambahkan.
Aurelius BalakosaLebih lanjut, Marco menegaskan PSS tak pernah menahan atau menghambat proses keluar Batata. Ia menuturkan pihaknya selalu membantu setiap pemain yang mau pergi.
Manajemen PSS sangat menyayangkan sikap Batata tersebut yang bukan hanya memprovokasi, tapi menyebarkan berita yang tidak sesuai fakta dan menyesatkan kepada publik dan tentu saja merugikan PSS.
“Untuk itu, saya minta Batata untuk tidak memperpanjang masalah ini. Kepada Batata untuk segera sampaikan klarifikasi dan permohonan maaf dengan segera karena hal ini sudah ramai dan viral di publik. Saya tunggu segera,” tuturnya.
“Termasuk pihak lain yang terlanjur menyebarkan bahkan menambah provokasi di dalamnya untuk segera dihentikan serta melakukan klarifikasi atas berita tersebut sesuai dengan pernyataan ini,” ia melanjutkan.
