LIPUTAN BUDI CAHYONO DARI SLEMAN
Pemain PSS Sleman asal Argentina, Brian Ferreira, untuk kali terakhir bersua rekan-rekan setim dan suporter di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (6/11).
Gelandang serang milik Super Elja tersebut harus mengakhiri musim lebih cepat karena mengalami robek otot perut bagian dalam usai bersua Persija Jakarta di tempat yang sama, beberapa waktu lalu. Atas cedera itu, Brian harus rehat selama enam hingga delapan pekan ke depan.
Manajemen PSS menggelar seremoni sederhana usai laga kontra Bali United, kemarin. Pemain bernomor punggung 32 tersebut bergabung bersama rekan-rekannya di tengah lapangan dan menyampaikan pidato singkat. Mengenakan kaus oblong warna abu-abu, celana hitam, dan sepatu kets warna hitam, dengan tenang Brian berkata kepada seluruh suporter.
"Saya ucapkan terima kasih untuk suporter semua yang sudah mendukung saya," kata Brian yang disambut tepuk tangan ribuan suporter sembari meneriakkan nama Brian dari tribune.
Usai menyampaikan pidato dan melambaikan tangan ke fans PSS, Brian diberi bunga dan kenang-kenangan berupa foto, vandel PSS, dan bernyanyi “Sampai Kau Bisa” untuk terakhir kalinya.
Usai acara seremoni perpisahan tersebut, di sisi lapangan Brian menyampaikan sangat menikmati atmosfer sepakbola di Indonesia, khususnya perlakuan suporter PSS terhadap dirinya selama ini.
"Saya sangat enjoy berada di Sleman. Saya minta doa teman-teman semua untuk pemulihan cedera berjalan lancar. Saya ucapkan terima kasih kepada manajemen, teman satu tim, pelatih, ofisial, dan suporter. Musim yang sangat hebat untuk saya," ucap pemain yang pernah membela Johor Darul Ta’zim itu.
Saat disinggung mengenai akan kembali merumput bersama PSS musim depan atau tidak, gelandang berusia 25 tahun ini menyunggingkan senyum.
"Saya ingin memulihkan sakit di Argentina. Seperti apa musim depan, belum bisa saya tentukan. Tapi melihat mereka (suporter, manajemen, dan tim) mendukung sangat luar biasa, saya akan prioritaskan kembali ke sini (Sleman-red)," ungkapnya.
Sementara itu, pelatih PSS, Seto Nurdiyantoro, tampak kehilangan pemain andalan lini tengah tersebut. Menurut Seto, Brian sudah memberikan warna tersendiri bagi perkembangan tim pada musim perdana di Liga 1.
"Dia pemain penting bagi kami. Brian selalu ingin tim ini menang di setiap pertandingan. Kami berharap Brian lekas sembuh dan bisa kembali aktivitas," ucap Seto.
Manajemen PSS, Sudibyo, juga menyampaikan keprihatinannya dengan kondisi yang dialami Brian. Cedera yang pada awalnya tidak serius, ternyata cukup serius sehingga mengakhiri perjalanan Brian bersama Super Elja.
"Rencananya Brian akan kembali ke Argentina untuk proses penyembuhan, karena di sana memiliki asuransi. Soal tiket sudah kami siapkan, namun kepastian tanggalnya akan dicek lebih dulu," jelas Sudibyo.
Kecemerlangan prestasi PSS pada musim perdana di Liga 1 memang tak terlepas dari peran empat pemain asing yang direkrut, yakni Alfonso de la Cruz, Batata, Brian Ferreira, dan Yevhen Bokhashvili. Khusus untuk Brian yang merupakan musim perdana merumput di Indonesia, perannya sangat penting mendukung formasi Seto yang biasa menggunakan 4-2-3-1 ataupun 4-3-3.
Eks pemain timnas Argentina U-17 tersebut menjadi nyawa lini tengah Super Elja bersama Dave Mustaine dan Batata, serta memberikan warna sepakbola modern rancangan Seto. Pemain bertinggi 177 cm tersebut telah menyumbang sembilan gol dan lima assist.(gk-18)



