PSMS Medan Tancap Gas Persiapkan Tim Hadapi Musim 2019

Komentar()
Doni Ahmad
PSMS berencana merekrut pemain asli Medan, dan tidak tergabung dengan kesatuan manapun.


LIPUTAN   DONI AHMAD     DARI   MEDAN   

Manajemen PSMS Medan tidak ingin terlalu lama larut dalam kesedihan atas kegagalan bertahan di Liga 1, dan langsung mempersiapkan tim untuk bertarung di Liga 2 musim depan.

PSMS kini tidak memiliki agenda pertandingan setelah mereka tersingkir dari Piala Indonesia 2018, menyusul kekalahan 4-3 melalui adu penalti saat melawan klub Liga 3 757 Kepri Jaya.

“Setelah Piala Indonesia, memang pemain kami kembalikan ke daerah masing-masing. Setelah itu kami panggil kembali, karena kontraknya akhir Januari baru selesai. Baru disusun pemain yang mau dipakai untuk Liga 2, dan tidak dipakai lagi sambil mencari pemain yang baru,” beber Sekretaris klub Julius Raja kepada Goal Indonesia.

“Pembentukan tim kemungkinan Januari, secepatnyalah agar persiapan bagus. Kami dapat bocoran Liga 1 itu sekitar 25 April, Liga 2 bulan Mei. Jadi persiapan dari Januari. Baru nanti dibicarakan kemungkinan sponsor dan segala hal lain.”

Raja mengakui belum bisa berbicara banyak soal musim depan, karena masih menunggu instruksi petinggi PSMS lainnya, termasuk sosok pelatih yang menangani Ayam Kinantan.

“Belum ada rapat, apakah dengan manajemen yang baru atau tidak. Pemain nanti akan kontrak baru untuk Liga 2. Kalau sekarang banyak pemain yang tentara pasti kembali ke kesatuannya. Itu bisa jadi problem. Jadi nanti kami cari pemain yang tidak terikat kesatuannya. Kemungkinan banyak anak Medan,” tambahnya.

“Belum ada kalau sosok pelatih. Bisa pakai pelatih dari Medan juga, tergantung pak Edy [Rahmayadi, pembina PSMS].”

Raja juga belum memastikan apakah dirinya masuk di struktur manajemen musim depan. Dia mengakui gagal, karena PSMS terdegradasi dari Liga 1. Raja pun belum memastikan mengenai kesediaannya kembali mengelola PSMS.

“Kami sudah berbuat tapi dimaki-maki, bagus kami keluar. Bukan mundur, tapi kami serahkan pimpinan. Kami sama Pak Dody [Taher] bertanggung jawab menyelesaikan ini semua sampai Januari. Audit keuangan segala macam, baru kami serahkan. Kalau dipercaya lagi, kami masih pikir-pikir. Kita lihat nanti bagaimana,” ujarnya.

“Kami sudah menyelenggarakan ini, walaupun kami akui gagal. Yang penting bikin laporan dulu sampai semua kontrak pemain selesai. Jangan ada istilah manaejemen tidak bertanggung jawab. Ending-nya harus rapi.” (gk-71)

 

Artikel dilanjutkan di bawah ini
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Komisi disiplin (Komdis) konfederasi sepakbola Asia (AFC) menjatuhkan sanksi denda kepada PSSI setelah dianggap lalai meminta pemain timnas Indonesia U-19 berjabat tangan di Piala Asia U-19 Oktober lalu. . Komdis AFC menilai PSSI telah melanggar pasal 50 kode disiplin dan etik terkait jabat tangan pascalaga antara Indonesia dan Qatar pada 21 Oktober. Kala itu, Qatar memetik kemenangan 6-5. Akibat kelalaian tersebut, AFC menjatuhkan denda sebesar 1.000 dollar AS, atau sekitar Rp14 juta. . “Terdakwa gagal memastikan semua pemainnya melakukan jabat tangan fair play setelah pertandingan,” demikian pernyataan Komdis melalui laman resmi AFC. . Selain kepada PSSI, AFC juga menjatuhkan denda serupa kepada Thailand dan Qatar. Tim terakhir mendapat denda dua kali, karena pemain mereka juga tidak berjabat tangan saat melawan Thailand. . Sementara itu, pelatih Tajikistan Ergashev Mubin dikenakan denda sebesar 5.000 dollar AS, atau sekitar Rp71,5 juta, karena memberikan komentar yang buruk saat menghadapi Korea Selatan di laga perempat-final.

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Agenda Sepakbola Nasional 2019
2. Pemain Indonesia Jadi Starter Di Kompetisi Muda Spanyol
3. Cristiano Ronaldo: Datanglah Ke Serie A, Messi!
4. Laga Piala Indonesia PS TIRA Versus PSIM Rusuh
5. Peserta 16 Besar Liga Champions
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

Footer - Liga 1

Tutup