OLEH DONNY AFRONI & DONI AHMAD
Kendati sudah menambah daya penerangan, manajemen PSMS Medan mengkhawatirkan kekurangan yang masih ada di Stadion Teladan. Salah satunya adalah berusaha mengeliminisasi kebocoran tiket.
Sekretaris PSMS Julius Raja mengungkapkan, saat ini masih ada celah bagi penonton yang tak memiliki tiket masuk ke dalam stadion. Karena itu, lanjut Raja, pihaknya akan meminta bantuan pemerintah kota (Pemkot) Medan untuk menutup lubang tersebut.
“Kami lihat di tribun timur dan tertutup ada 'lubang tikus'. Lubang itu harus ditutup, karena dari situ sumber kebocoran penonton masuk tanpa tiket. Ini harus segera diantisipasi,” ujar Raja.
“Kami akan berkoordinasi dengan Pemkot Medan untuk meminimalisir kebocoran, sehingga pemasukan dari tiket bisa membantu keuangan PSMS. Mungkin bisa dipagar tembok setinggi dua meter, atau pagar kawat berduri.”
Sementara mengenai penerangan stadion, Raja mengaku belum mengetahui secara detail. Sebab, PT Liga Indonesia Baru (LIB) lebih mengetahui kapasitas penambahan lampu yang kini sudah terpasang. Sebelumnya, Stadion Teladan hanya mempunyai daya penerangan 500 lux, atau 300 lebih rendah dari standar Liga 1.
Raja menambahkan, Pemkot Medan sudah memasang tambahan lampu jenis LED pada bagian timur dan barat tribun agar pencahayaan merata di bagian tengah lapangan, tidak hanya mengandalkan empat sudut stadion.
“Kami pantau pencahayaan pada malam hari kemarin. Hasilnya memang sudah lebih terang. Soalnya sudah dipasang lampu tambahan di tribun tertutup timur dan barat. Ada sekitar 14 lampu. Kemarin baru sembilan yang dipasang,” kata Raja.
“Seperti di sudut itu bisa sampai 900 lux, tapi bagian lain tidak. Itu karena tata letak lampu yang masih hanya menyorot ke satu titik. Jadi akan ditata ulang lagi. Mereka [PT LIB] tidak lagi datang ke sini. Kami cukup serahkan surat dari Philips saja kepada mereka.” (gk-71)
