OLEH DONNY AFRONI & MUHAMMAD SRAHLIN R
Manajemen PSM Makassar mendesak operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) merevisi sejumlah pertandingan Liga 1 2018 yang disiarkan langsung pada jam tayang utama televisi.
CEO PSM Munafri Arifuddin mengatakan, berdasarkan jadwal yang diterima manajemen, PSM tidak mendapatkan jatah sebanyak tim tertentu. Munafri mencontohkan laga antara PSM dan Borneo FC yang diyakini menyedot animo penonton.
“Ini big match. Harus live. Ini yang akan kami bicarakan lagi dengan pihak liga. Pembagian jatah live di prime time harus merata. Karena ada namanya rating dan ranking. Kami harus mendapat penonton. Apalagi penonton PSM Makassar tidak sedikit,” cetus Munafri dilansir laman resmi klub.
Hal senada diungkapkan Robert Rene Alberts. Pelatih PSM ini mengatakan, pengelola liga mesti berlaku adil dalam hal jadwal pertandingan live, dan tidak didominasi satu atau dua klub saja.
“Saya sudah lihat jadwalnya. Tidak dibagikan secara merata. Seharusnya fair. Kami lihat ada waktu kick-off beberapa tim di jam-jam prime time televisi yang didominasi klub tertentu. Sementara PSM, ada dua kali kick-off di jam-jam yang bukan prime time,” kata Robert.
Sementara itu, ujung tombak Ferdinand Sinaga mengungkapkan, euforia suporter di Kelantan FA berbeda dibandingkan Indonesia. Namun, saat ini dirinya tidak mau memikirkan hal lain, dan hanya fokus bagaimana menyiapkan diri untuk Liga 1.
“Berbicara euforia di sana dan sini tidak jauh beda. Di sana tetap banyak penonton juga di setiap laganya, hanya saja Indonesia lebih tinggi. Pasti ada plus dan minus. Tapi di Indonesia sepakbola itu sangat luar biasa dengan jumlah penduduk besar, serta sejarahnya menjadi daya tarik sendiri,” ujarnya.
“Sekarang saya hanya fokus bagaimana bisa memberikan yang terbaik buat tim ini. Saya akan tetap di sini, apalagi sudah dikontrak selama tiga tahun.” (gk-69)


