LIPUTAN MUHAMMAD SRAHLIN R DARI MAKASSAR
PSM Makassar terancam tidak bisa bermain di kandangnya saat menjamu Bhayangkara FC. Berdasarkan jadwal yang ada, semestinya PSM meladeni Bhayangkara di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, 15 Juli nanti.
Tapi lantaran lampu di stadion tersebut masih belum lolos verifikasi, hal itu membuat manajemen PSM mesti mencari kandang alternatif untuk melawan Bhayangkara. Pelatih PSM, Robert Rene Alberts, mengaku pusing dengan kondisi tersebut.
Pasalnya, jika memang tetap tak diperbolehkan PT Liga Indonesia Baru menggunakan Stadion Andi Mattalatta, berarti PSM harus menjalani lima laga di luar kandang dalam satu bulan. Pasalnya, mereka dalam bulan ini harus menjalani empat laga tandang melawan Persija Jakarta (6/7), Bali United (11/7), PSMS Medan (23/7), dan PSIS Semarang (30/7).
Pelatih asal Belanda itu pun mengungkapkan manajemen PSM sudah mulai berpikir stadion mana yang cocok untuk dijadikan sebagai kandang alternatif mereka.
"Satu bulan kami akan bermain lima laga tandang, ini tidak masuk akal dan baru terjadi di dunia," ujar Rene Alberts.
"Kami memilih daerah Bali (Stadion Kapten I Wayan Dipta), jika nanti tak bisa bermain di kandang karena masalah lampu," bebernya.
Sementara itu, media officer PSM, Andi Widya Syadzwina, mengakui bahwa tenggat persoalan lampu jatuh pada 1 Juli 2018. Pihaknya pun sudah melakukan komunikasi dengan PT LIB.
"Tapi mereka masih akan merapatkan dulu. Kami sementara menunggu keputusan dari Liga," ujar wanita yang akrab disapa Wina itu. (gk-69)





