PSM Makassar vs Kaya FCAlvino Hanafi

PSM Makassar Terancam Tak Bisa Ikut Liga 1 2021

PSM Makassar terancam absen di Liga 1 2021 bila mereka tidak bisa melunasi tunggakan gaji kepada pemainnya di musim 2020 berdasarkan sanksi yang diberikan FIFA.

Permasalahan tunggakan gaji yang belum dibayar ini mencuat setelah adanya laporan ujung tombak asal Brasil, Giancarlo Lopes Rodrigues, kepada FIFA. Induk organisasi sepakbiola dunia itu lalu memberikan sanksi kepada PSM.

Direktur utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita mengungkapkan, pihaknya telah mengirim surat ke PSM terkait masalah ini. Surat tersebut merupakan implementasi putusan FIFA terhadap PSM tertanggal 15 Februari 2021.

Berdasarkan putusan itu, PSM tidak dapat mendaftarkan pemain untuk tiga periode di Liga 1 atau kompetisi resmi yang diakui FIFA. Akhmad menjelaskan, putusan tersebut bukan larangan transfer atau pendaftaran pemain baru yang direkrut dari bursa transfer. Artinya, jika klub tidak dapat mendaftarkan pemain, mereka tak bisa berkompetisi.

“Kemungkinan seperti itu (tidak dapat bermain di Liga 1 2021). Sanksi ini berlaku untuk kompetisi musim 2021 atau kompetisi yang terdekat,” ujar Akhmad dikutip laman kantor berita Antara.

PSM Makassar vs Kaya FCGoal Indonesia

Diwartakan sebelumnya, kasus tunggakan gaji ini tidak hanya dirasakan Lopes. Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APP) menyebutkan, sebagian besar penggawa lokal juga belum mendapat pembayaran gaji.

Sementara itu, kelompok suporter Red Genk mendesak agar manajemen segera menyelesaikan permasalahan sebelum batas waktu yang diberikan FIFA jatuh tempo. Dalam putusannya, FIFA memberikan waktu selama 45 hari kepada PSM untuk menyelesaikan tunggakan gaji. Jika tidak, putusan mereka diterapkan secara otomatis.

Sekjen Red Genk, Sadakati Sukma, mengatakan, manajemen PSM harus bisa memanfaatkan waktu yang tersedia untuk melunasi tunggakan gaji. Sadakati menyatakan, suporter tidak ingin melihat tim kesayangan mereka turun kasat akibat permasalahan tersebut.

“Kami berharap kepada manajemen PSM [supaya] menyelesaikan dengan secepatnya agar tidak mengganggu persiapan tim menghadapi Liga 1 musim ini,” tegas Sadakati.

“Intinya kami ingin manajemen menyelesaikan agar tidak merugikan PSM. Kami tidak ingin masalah ini memberikan efek negatif bagi pencinta PSM, khususnya suporter. Kami tentunya berharap agar PSM tetap menjadi klub yang bermain di kasta tertinggi.”

SIMAK JUGA: BERITA SEPAKBOLA NASIONAL!

Iklan
0