Karteker pelatih Syamsuddin Batola merasa PSM Makassar tidak diuntungkan dengan kartu merah yang didapat bek Persija Jakarta Marco Motta, sehingga harus absen di leg kedua semi-final turnamen pramusim Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Minggu (18/4) malam WIB.
Motta diganjar kartu kuning kedua pada menit ke-83 ketika PSM bermain imbang tanpa gol di Stadion Maguwohajo, Kamis (15/4) malam WIB. Ganjaran itu membuat Motta dipastikan absen pada leg kedua.
Syamsuddin mengutarakan, absennya Motta tidak mengurangi kekuatan Persija, karena tim Macan Kemayoran memiliki pemain dengan kualitas merata, termasuk di sektor pertahanan.
Syamsuddin merujuk kepada komposisi Persija saat menyingkirkan Barito Putera di perempat-final dengan menempatkan Rohit Chand sebagai stopper. Selain itu, pertahanan Persija tetap solid ketika melakoni pertandingan terakhir fase grup melawan Bhayangkara FC. Di laga itu, Motta juga tidak tampil akibat cedera.
“Saya kira siapa pun yang main di Persija, baik yang bermain maupun di bangku cadangan, bisa dibilang memiliki kualitas tidak jauh berbeda, sehingga banyak alternatif. Kemarin saja Rohit Chand jadi stopper. Mereka punya banyak pemain berpengalaman,” ujar Syamsuddin.
Selain itu, Syamsuddin juga tidak ingin skuad besutannya lengah dalam menghadapi serangan Persija. Pada pertandingan tadi malam, Syamsuddin meminta pemain berhati-hati ketika melakukan tekanan, meski mereka unggul jumlah pemain, karena Persija berpotensi melakukan serangan balik berbahaya.
“Di satu sisi, setelah kami unggul jumlah pemain, Persija turun bermain bertahan. Kami jadi lebih hati-hati dalam membangun serangan. Saya ingin pelan-pelan untuk membuka serangan, karena mereka berkumpul di tengah,” jelas Syamsuddin.
“Saya tidak ingin gegabah dengan terus menyerang yang membuat mereka bisa melakukan serangan balik. Itu yang saya antisipasi dan instruksikan kepada pemain.”
Sementara itu, skuad PSM direncanakan bertolak ke Solo malam ini. Syamsuddin mengatakan, pemain membutuhkan waktu pemulihan yang cukup, mengingat fase knock-out berlangsung di tengah suasana Ramadan.
“Sekarang lagi bulan puasa, dan pertimbangan recovery. Kalau berangkat besok [Jumat pagi], pemain kami tidak istirahat. Mungkin saja ada beberapa pemain yang tak bisa tidur [setelah pertandingan] untuk makan sahur. Jadi saya memilih tim recovery di sini (Sleman) agar lebih fresh di Solo,” jelas Syamsuddin.
SIMAK JUGA: BERITA SEPAKBOLA NASIONAL!




