PSM Makassar kembali harus menjalani laga kandangnya di luar Sulawesi Selatan, termasuk ketika menghadapi klub Malaysia Super League (MSL) Kedah Darul Aman di semi-final Piala AFC 2022 zona ASEAN.
Berdasarkan jadwal yang dirilis konfederasi sepakbola Asia (AFC) hari ini, PSM akan menjamu Kedah di Stadion Dipta Gianyar, pada 9 Agustus. PSM berhak menjadi tuan rumah, karena berhasil menjuarai Grup H, sedangkan Kedah merupakan runner-up Grup G.
Venue pertandingan tidak terlalu menguntungkan buat PSM. Pasalnya, Kedah sudah tidak asing lagi dengan kondisi dan atmosfer Stadion Dipta, mengingat mereka menjalani rangkaian pertandingan Grup G di Pulau Dewata. Sempat menelan kekalahan dari Bali United, Kedah selanjutnya bangkit untuk memenangi dua laga sisa.
Sedangkan semi-final lainnya di zona ASEAN akan dilangsungkan di Stadion Thong Nhat, Ho Chi Minh, antara tuan rumah Viettel FC (Vietnam) dan Kuala Lumpur City (Malaysia).
Di lain sisi, Stadion Dipta juga berpeluang menjadi tuan rumah untuk pertandingan final zona ASEAN yang berlangsung 24 Agustus. AFC telah menominasikan dua negara untuk babak ini, yaitu di Indonesia atau Malaysia.
Juara zona ASEAN selanjutnya akan menghadapi tim dari zona Asia Selatan asal India, ATK Mohun Bagan FC, di semi-final inter-zona. Laga ini dijadwalkan berlangsung pada 7 September di India.
Sementara itu, ujung tombak Kedah, Ronald Ngah Wanja, bertekad melanjutkan mimpi mereka berkompetisi di Asia. Terakhir kali Kedah tampil di kompetisi Asia adalah di Piala AFC 2009. Saat itu Kedah mampu mencapai babak 16 Besar.
Kendati demikian, Ngah Wanja hanya memfokuskan pertandingan melawan PSM sebelum mereka bermimpi tampil di partai puncak kompetisi antarklub Asia kasta kedua ini.
“Saat ini yang bisa saya katakan adalah kami akan menjalani pertandingan demi pertandingan. Tetapi setiap pemain dan setiap klub ingin berada di final, dan mengangkat piala,” ujar Ngah Wanja dikutip laman resmi AFC.
“Itu adalah mimpi bagi kami semua sebagai pemain, dan terlebih dulu mengambil langkah demi langkah. Mudah-mudahan sampai di final. Di level individu, menjadi pencetak gol terbanyak [di liga] lagi akan menjadi berkah, sementara memenangkan sesuatu untuk Kedah akan menjadi terbaik dari yang terbaik.”
.jpg?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60)