Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares langsung mengalihkan fokus ke dua pertandingan Liga 1 2022/23 setelag membawa tim besutannya lolos ke final Piala AFC 2022 zona ASEAN.
PSM melaju ke final dengan mengalahkan wakil Malaysia Kedah Darul Aman 2-1 di Stadion Dipta Gianyar, Selasa (9/8) malam WIB. Mereka akan menghadapi pemenang antara wakil Vietnam Viettel FC dan klub Malaysia lainnya, Kuala Lumpur City FC, yang bentrok di Stadion Thong Nhat, Rabu (10/8).
Laga final dijadwalkan berlangsung 24 Agustus. Berdasarkan rilis konfederasi sepakbola Asia (AFC), PSM akan bertindak sebagai tim tamu. Namun belum diketahui venue pertandingan ini. AFC sebelumnya telah mengindikasikan Stadion Dipta, atau salah satu venue di Malaysia yang menjadi tempat berlangsungnya partai final.
Sebelum berlaga di final, PSM terlebih dulu melakoni dua pertandingan Liga 1 melawan RANS Nusantara, Senin (15/8), dan Arema FC selang lima hari kemudian. Karena itu, Tavares belum terlalu memikirkan final. Apalagi salah satu calon lawan yang dihadapi, Kuala Lumpur, pernah bentrok di Grup H. Kala itu, kedua tim bermain imbang tanpa gol.
“Kami akan melakukan recovery, dan membuat persiapan menghadapi RANS. Terkait lawan yang akan dihadapi di Piala AFC, kami sudah punya sedikit informasi. Kami sudah mengetahui kemampuan Kuala Lumpur. Namun kami belum mengetahui terlalu banyak tentang wakil Vietnam,” beber Tavares.
Tavares memberikan pujian kepada para pemainnya yang telah memperlihatkan semangat tinggi untuk mempertahankan keunggulan dua gol yang dicetak Yakob Sayuri pada menit ke-31 dan Yuran Fernandes (54).
PSM harus bermain dengan sepuluh orang menyusul kartu merah Yuran Fernandes di menit ke-61. Tim Juku Eja pun mengakhiri laga dengan sembilan pemain, karena Agung Mannan juga diganjar kartu merah di injury time. Kendati demikian, PSM tetap tampil sebagai pemenang, karena Kedah hanya bisa memperkecil kekalahan lewat gol Fayadh Zulkfili di menit ke-86.
“Saya bangga dengan pemain saya. Terima kasih banyak kepada pemain yang sudah berjuang ekstra. Kemenangan ini luar biasa. Sayang kami harus mendapatkan kartu merah yang memberikan kepercayaan diri kepada tim lawan saat kami harus bermain dengan sepuluh pemain,” kata Tavares.
