LIPUTAN ABI YAZID DARI MALANG
Pelatih PSIS Semarang Bambang Nurdiansyah menganggap tim besutannya beruntung mampu mencuri satu poin di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (31/8) malam WIB, setelah memaksa Arema FC bermain imbang 1-1 di saat mereka bermain dengan sepuluh orang.
Menurut Bambang, keberuntungan ini didapatkan berkat kerja keras anak asuhnya untuk menahan segala gempuran. Apalagi PSIS datang tanpa lima pemain pilar, dan hanya meminta pemain tidak menyerah dengan keadaan.
“Saya pikir kami beruntung mendapatkan satu poin. Arema terus mengurung pertahanan kami. Tetapi kemudian kami mendapatkan peluang dari tendangan bebas, dan itu berhasil dieksekusi dengan baik oleh pemain kami,” tegas pelatih yang karib disapa Banur itu.
“Jika teman-teman [media] menonton laga kami melawan Madura [United], kami sebenarnya tidak bermain buruk, meskipun kalah 3-0. Kami mampu menciptakan peluang, namun tidak gol, karena finishing tidak bagus. Tetapi hari ini satu peluang yang kami dapatkan mampu menjadi gol, dan ini yang kami inginkan.”
Banur menambahkan, satu resep yang membuat anak asuhnya bermain spartan adalah memberikan motivasi. Banur menyamapikan kepada pemain, Arema tetap sebagai tim yang bisa dikalahkan, meskipun kuat.
“Kami tahu lawan kami sangat kuat jika bermain di kandang pada laga sebelumnya. Harapan saya tidak berlebihan, karena kekuatan mereka memang di atas kami. Tapi saya katakan kepada pemain, sesama tim Indonesia, tidak ada masalah. Kami mungkin akan pulang, dan tidak mau bertanding jika lawan adalah Real Madrid,” beber Banur.
“Tentang kedatangan CEO [AS Sukawijaya], tentu ada pengaruhnya. Anak-anak termotivasi untuk mendapatkan poin. Saya hanya bilang kamu bisa mendapatkan poin. Jika poin tidak didapatkan, buat pemain Arema kesulitan mendapatkan poin tiga.”
SIMAK JUGA: BERITA LIGA 1 2019!
Meskipun mendapatkan poin, bukan berarti tidak ada evaluasi. Banur mengaku pekerjaan rumah (PR) yang dia hadapai masih sangat banyak.
“Kami masih banyak PR, hasil ini hanya awalan. Kami juga akan mendapatkan pemain baru, tetapi mungkin belum bisa main lawan PSM [Makassar] dan Persija [Jakarta]. Dia baru bisa main ketika melawan Persebaya [Surabaya],” ungkap Banur.
Sementara itu, pencetak gol peyembimbang, Claudir Marini Junior, menyatakan momen ini tidak akan dia lupakan, karena bisa bermain lagi setelah lama bergelut dengan cedera.
“Saya berterima kasih kepada istri, kepada presiden [klub] yang memberikan kesempatan, doktor dari Brasil yang mampu menyembuhkan. Gol tadi saya persembahkan untuk pelatih. Arema bermain bagus, karena pertahanan mereka bagus. Meski satu poin ini saya persembahankan untuk masyarakat Semarang,” imbuh Marini. (gk-48)
SIMAK JUGA: KLASEMEN LIGA 1 2019!
