PSIS Semarang terus mempertajam latihan taktikal jelang melakoni laga perdana Grup A Piala Menpora 2021. Barito Putera jadi lawan yang dihadapi di Stadion Manahan, Solo, Minggu (21/3).
Persiapan matang telah dilakukan PSIS untuk ambil bagian dalam Piala Menpora. Pasukan Mahesa Jenar menggelar latihan sejak awal Maret lalu di Stadion Citarum.
“Kali ini masih taktikal. Namun volume mulai turun. Melanjutkan taktikal kemarin terkait menyerang, bertahan, dan transisi,” kata asisten pelatih PSIS Imran Nahumarury, dikutip laman resmi klub.
“Tapi kali ini kami kasih pengertian lebih dalam ke pemain. Alhamdulillah sejauh ini organisasi permainan sudah terlihat. Dari awal kami memang berkomitmen main ada bentuknya,” Imran menambahkan.
Lebih lanjut, Imran menyebut seluruh pemain PSIS sudah siap bertarung di Piala Menpora. Septian David Maulana dan kawan-kawan bersemangat dalam setiap latihan yang digelar.
“Semangat anak-anak kami acungi jempol, dengan keterbatasan waktu latihan, namun mereka tetap antusias dan profesional menjalankan tugasnya. Latihan tadi juga cukup panas, namun mereka tetap enjoy,” ucapnya.
PSIS SemarangSkuad PSIS telah melakukan tes usap antigen. Hasilnya seluruh pemain, ofisial, dan tim pelatih dinyatakan tidak ada yang terpapar virus corona.
“Tes antigen ini untuk memastikan kondisi pemain dan ofisial dari penyebaran virus corona. Alhamdulillah semuanya dinyatakan negatif,” ucap dokter PSIS Muhammad Hovi.
“Pemain dan seluruh official tetap harus mematuhi protokol kesehatan 5M. Selain itu, tetap menjaga pola makan, menjaga pola hidup sehat, dan rutin mengkonsumi vitamin,” ia melanjutkan.
Selain, bertemu dengan Barito Putera, PSIS bakal menghadapi dua klub lainnya yang berada di Grup A. Mereka adalah Arema FC dan TIRA Persikabo.
Juara Piala Menpora, bakal mendapat uang Rp2 miliar. Sementara untuk runner-up Rp1 miliar, lalu peringkat ketiga Rp750 juta, serta peringkat keempat Rp500 juta.
Selain itu, setiap klub bakal menerima uang tanding. Buat yang menang menerima Rp150 juta, dan Rp100 untuk kalah, bila laga berakhir imbang masing-masing kontestan mendapat Rp125 juta.
