PSIS Semarang merelakan Dragan Djukanovic untuk pulang ke Serbia, setelah tidak ada kepastian mengenai lanjutan kompetisi Liga 1 2020, yang semestinya dimulai kembali pada Oktober ini.
Dragan sudah memilih bertahan di Indonesia ketika kompetisi ditangguhkan pada Maret lalu, karena pandemi virus corona. Kini, Dragan merasa situasi makin tak menentu dan akhirnya memilih pulang kampung.
CEO PSIS, Yoyok Sukawi, memahami keputusan dari Dragan yang akhirnya ke Serbia untuk menenangkan pikiran. Saat ini, status seluruh klub Liga 1 memang masih menunggu soal kejelasan kompetisi.
"Tidak apa-apa, kasihan juga coach Dragan sudah sepuluh bulan ini di Indonesia dan belum pernah pulang sama sekali," beber Yoyok ketika dihubungi awak media.
"Jadi biar coach Dragan bisa kangen-kangenan dulu sama keluarganya. Karena kompetisi juga belum jelas," sambung pria yang juga menjadi anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI tersebut.
Abi Yazid / GoalSaat ini memang beberapa tim Liga 1 memilih untuk memberikan libur kepada skuad mereka, supaya bisa menyegarkan pikiran di tengah ketidakpastian. Diharapkan, ada solusi dalam keadaan sekarang.
Skuad PSIS juga tengah diliburkan sambil menunggu hasil rapat antara klub, PSSI, dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait nasib kompetisi. Yoyok juga belum memberi tenggat soal kapan skuad kembali aktif.
"Kalau terkait itu [kembali ke Indonesia], iya pastinya kami lihat dulu kepastian Liga 1 seperti apa. Kami juga baru akan menjalani pertemuan bersama LIB Selasa (12/10). Dan itu semua klub diundang, jadi akan tau nantinya seperti apa," beber Yoyok.
Sementara itu, Dragan juga memastikan dirinya tetap berkomitmen pada PSIS dan siap kembali kapan saja asal ada hal yang jelas dan pasti soal kelanjutan kompetisi.
"Setiap saat saya berkomunikasi dengan manajemen. Semuanya juga bergantung dari kabar mereka kapan saya bisa kembali ke Semarang. Kami juga menunggu bagaimana keputusan PSSI soal kompetisi," ungkap eks pelatih Borneo FC itu.
Sebagaimana diketahui, Liga 1 yang semestinya dilaksanakan kembali pada 1 Oktober harus ditunda ke November lantaran belum mendapat izin keramaian dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Polri menilai, situasi Indonesia saat ini belum terkendali karena pandemi virus corona, sehingga belum bisa memberi izin keramaian untuk kegiatan olahraga, walau sudah menerapkan protokol kesehatan serta tanpa suporter di stadion.
Alvino Hanafi / Goal
