Manajemen PSIS Semarang mendesak PT Liga Indonesia Baru (LIB) agar segera mengeluarkan jadwal lanjutan Liga 1 2020, sehingga klub dapat menyusun program mereka sebelum kompetisi dimulai Oktober.
PT LIB hingga kini belum memberikan jadwal terbaru mengenai kelanjutan Liga 1 setelah PSSI memastikan kompetisi bergulir Oktober. Kepastian jadwal ini sangat menentukan langkah klub dalam menyusun program, termasuk memulangkan pemain asing.
General manager PSIS Wahyu Winarto mengungkapkan, saat ini pemain asing PSIS berada di luar Indonesia. Flavio Beck Junior pulang ke Kroasia, sedangkan Wallace Costa ke Brasil. Menurut pria yang akrab disapa Liluk itu, kebijakan pemerintah tiap negara dalam menyikapi pandemi virus Corona berbeda.
“Kami butuh detail kelanjutan liga, bukan hanya sekadar rilis bulan saja, sehingga klub bisa membuat program latihan dan memanggil pemain. Jika jadwal sudah keluar, kami bisa menetapkan program dan waktu buat pemain untuk berkumpul,” cetus Liluk.
“Untuk pemain asing tentunya harus memenuhi beberapa persyaratan. Aturan di tiap negara pasti berbeda, termasuk pemain asing yang datang ke Indonesia. Mereka harus melengkapi beberapa persyaratan.”
Goal / Abi YazidKepastian jadwal itu juga ditunggu pelatih Dragan Djukanovic. Juru taktik asal Montenegro ini sempat merasa kesal dengan berubahnya lanjutan Liga 1 dari September ke Oktober.
“Kami sudah membuat program satu minggu setelah mereka (PSSI) mengatakan liga dimulai September. Satu minggu kemudian, ada pengumuman yang menyebutkan liga dimulai Oktober. Saya tidak tahu apa yang mereka pikirkan,” sergah Djukanovic.
Perubahan-perubahan itu membuat Djukanovic mengurungkan rencananya menyusun ulang program latihan tim. Menurut Djukanovic, ia terlebih dulu berkonsultasi dengan manajemen sebelum menetapkan hari pertama latihan.
Sementara itu, PSIS dipastikan memakai Stadion Citarum pada lanjutan Liga 1. Apalagi pertandingan tidak dapat disaksikan penonton, sehingga dapat memangkas pengeluaran klub bila dibandingkan harus bertanding di Stadion Moch Soebroto, Magelang atau Stadion Kebondalem, Kendal.
“Stadion Citarum kami siapkan untuk homebase, [daya] lampu akan ditingkatkan. Ruang ganti kami buat sesuai standar Liga 1. Kami tidak mampu bermain di luar Semarang. Protokolnya juga akan sulit,” ucap CEO klub AS Sukawijaya.
SIMAK JUGA: BERITA LIGA 1!
