CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi, merasa bingung dengan keputusan ditundanya hukuman terhadap pemain Persib Bandung Oh In Kyun. Menurutnya, kondisi tersebut terasa aneh.
Sebenarnya, In Kyun mendapatkan hukuman larangan tampil sebanyak dua laga dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Ini setelah ia terbukti bersalah memukul pemain Sandi Sute, ketika timnya melawan Persija Jakarta, 30 Juni 2018.
Akan tetapi, Persib mengajukan banding dengan keputusan tersebut. Makanya, pemain berpaspor Korea Selantan ini bisa ambil bagian ketika melawan PSIS, beberapa hari yang lalu.
"Jadi In Kyun ternyata diputus tanggal 4 Juli 2018, dan isi putusannya itu In Kyun dilarang bermain dua kali melawan PSIS dan Perseru [Serui], itu sudah keluar suratnya, tapi surat itu dikirim ke Persib tanggal 8 Juli 2018 dini hari WIB. Selanjutnya sore hari, Persib protes," kata Yoyok.
"Lalu, saya tidak mengerti, siapa yang bilang atau bagaimana, menurut Persib, Komdis PSSI bicara In Kyun boleh bermain. Karena Persib protes. Sehingga malam itu Persib mainkan In Kyun," tambahnya.
Lebih jauh, Yoyok menjelaskan kasus yang menimpa In Kyun hampir dengan penyerang Persija Marko Simic. Hanya saja, pesepakbola asal Kroasia tersebut tak mendapatkan keringanan hukuman meski Persija sempat protes.
"Kami juga sudah tahu PSIS sudah kalah. Cuma pertanyaan saya, kasus yang sama tapi perlakuan berbeda. Ini tidak benar untuk sepakbola Indonesia. Mestinya, kasus sama, perlakuan juga sama, siapapun itu," ujarnya.
Dalam pertandingan tersebut PSIS harus mengakui keunggulan Persib. Laskar Mahesa Jenar takluk lewat gol semata wayang yang diciptakan Ezechiel N'Douassel.



