Manajemen PSIS Semarang, kembali memberikan hukuman kepada pemain yang bersikap indisipliner. Teraktual, gelandang Mahesa Jenar Finky Pasamba, yang mendapat sanksi tersebut.
Ada dua sanksi yang dijatuhkan kepada Finky. Pertama pemotongan gaji untuk Oktober sebesar 20 persen, dan juga larangan bermain sebanyak satu pertandingan yakni saat lawan Persik Kediri, kemarin.
Penyebab, hukuman tersebut diberikan karena Finky, tak kunjung gabung dengan skuad PSIS. Diharapkan pesepakbola berusia 28 tahun tersebut bisa segera berkumpul bersama rekan setimnya yang tengah berjuang di seri kedua Liga 1 2021/22.
“Finky kami beri hukuman tegas karena sikapnya. Ini juga berdasarkan kontrak yang berlaku antara PSIS dan Finky dan yang bersangkutan diminta untuk menghormati konttak yang masih berlaku hingga Desember tahun 2022,” kata CEO PSIS, Yoyok Sukawi, dikutip laman resmi klub.
PSIS SemarangYoyok, berkeinginan tidak ada lagi pemain yang bersikap indisipliner. Hal tersebut karena bakal berpengaruh terhadap keseimbangan pasukan Ian Andrew Gillan, dalam mengarungi Liga 1 musim ini.
“Semoga ini bisa menjadi efek jera dan tidak ada kejadian yang sama ke depannya,” ucap pria yang juga menjabat sebagai anggota komite eksekutif (Exco) PSSI tersebut.
Finky, bukan pemain pertama yang dikasih hukuman tegas oleh manajemen PSIS. Sebelumnya, penyerang Bruno Silva, yang menerimanya dengan sanksi serupa.
Saat ini PSIS, menempel ketat Bhayangkara FC yang berada di pucuk klasemen. Hari Nur Yulianto dan kawan-kawan terpaut satu poin dari The Guardian, yang mengumpulkan 16 angka.
Pada Liga 1 2021/22, PSIS menunjukkan performa mantap. Dari tujuh pertandingan yang sudah dimainkan, mereka mampu meraih empat kemenangan dan tiga imbang.
