Imran Nahumarury - PSISPSIS Semarang

PSIS Semarang Jeblok, Ian Andrew Gillan 'Diangkat' Jadi Direktur Teknik

Manajemen PSIS Semarang melakukan perombakan di jajaran pelatih menyusul hasil buruk yang mereka peroleh di Seri 2 Liga 1 2021/22 dengan 'mengangkat' Ian Andrew Gillan sebagai direktur teknik.

PSIS mengawali Liga 1 musim ini dengan baik, dan selalu berada di tiga besar klasemen sementara setelah mencatat masing-masing tiga kemenangan dan imbang. Kala itu PSIS ditangani Imran Nahumarury yang berstatus sebagai karteker pelatih, menyusul mundurnya Dragan Djukanovic menjelang Liga 1 digulirkan.

Namun di Seri 2, Imran dikembalikan ke posisinya sebagai asisten pelatih setelah Gillan datang. Hanya saja, PSIS mendapatkan dua kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan di lima pertandingan, sehingga kini mereka berada di peringkat empat klasemen sementara.

Catatan itu dianggap tidak memuaskan oleh manajemen PSIS, karena berharap Mahesa Jenar memperoleh hasil lebih baik dibandingkan Seri 1. Imran pun kembali dipanggil untuk menangani PSIS, dan Gillan dijadikan sebagai direktur teknik.

Imran sudah memimpin latihan didampingi Gillan, Senin (15/11), sebagai persiapan menyambut Seri 3. Manajer umum Wahyoe Winarto membenarkan adanya pergantian di kursi pelatih.

PSIS SemarangPT LIB

Wahyoe menambahkan, kehadiran Imran diharapkan bisa membuat performa tim seperti yang diperlihatkan di Seri 1. Wahyoe menegaskan, manajemen tetap membebankan Imran dengan target lima besar di akhir musim.

“Kami [anggap] target untuk seri kedua kemarin kurang memuaskan. Ini evaluasi buat tim,” kata pria yang akrab disapa Liluk tersebut dikutip laman Tribun Jateng.

“Imran kan sudah gabung. Harapan kami akan membawa dampak positif dengan kedatangan Imran, karena kemarin dia sempat izin. Kami persiapan maksimal lawan [TIRA] Persikabo.”

Kekecewaan terhadap hasil PSIS di Seri 2 sebetulnya sudah diungkapkan CEO klub, AS Sukawijaya. Pria yang akrab disapa Yoyok itu bahkan menyebut PSIS ambyar di Seri 2, serta menuntut pelatih dan pemain bertanggung jawab.

Sementara itu, Gillan menyambut positif kehadiran Imran ke dalam tim. Gillan mengakui ada permasalahan efektivitas taktik yang membuat tim besutannya tidak mendapatkan hasil bagus.

“Saya menyambut hangat kedatangannya, termasuk beberapa staf yang sudah kembali, seperti dokter tim. Sebelumnya memang ada masalah soal efektivitas dalam hal taktikal. Sekarang kami sama-sama membenahi kekurangan tim,” kata Gillan.

Iklan
0