Berita Live Scores
PSIS Semarang

PSIS Semarang Pecat Jafri Sastra

13.47 WIB 08/08/19
Jafri Sastra - PSIS Semarang
Selain Jafri, PSIS juga tak meneruskan kontrak pelatih fisik, Budi Kurnia.

LIPUTAN    AURELIUS BALAKOSA      DARI    SEMARANG    

Manajemen PSIS Semarang secara resmi memberhentikan Jafri Sastra sebagai pelatih kepala. Keputusan tersebut disampaikan jajaran manajemen PSIS yang menghadirkan Khairul Anwar (Komisaris PSIS), Wahyu “Liluk” Winarto (general manager), dan Setyo Agung Nugroho (manajer tim) dalam jumpa pers di Mess PSIS, Jalan Semeru Dalam, Semarang, Kamis (8/8).

Khairul menyampaikan, keputusan pemberhentian Jafri sebagai pelatih sudah melalui pertimbangan matang dan evaluasi secara menyeluruh jajaran manajemen menilik hasil minor dalam tiga pertandingan kandang PSIS.

"Pagi ini, pukul 08.00 WIB, manajemen sudah memanggil coach Jafri di Semarang dan menyampaikan pemberhentian dari pelatih kepala. Dalam pertemuan tersebut, manajemen menyampaikan ucapan terima kasih telah bekerja sama dengan PSIS. Ini keputusan sulit karena coach Jafri adalah pelatih baik dan membawa tim ini bertahan di Liga 1 musim ini," jelas Khairul, di hadapan media.

"Dalam tiga pertandingan terakhir mengalami kekalahan. Hal itu yang mengakibatkan kami dari manajemen melakukan evaluasi secara menyeluruh, baik terhadap kepelatihan dan pemain," sambungnya.

Selain pertimbangan prestasi, desakan dari suporter juga menjadi pertimbangan manajemen memberhentikan Jafri. Di laga terakhir lawan Persipura Jayapura, suporter turun ke lapangan menuntut manajemen melakukan evaluasi menyeluruh untuk jajaran pelatih dan pemain yang dinilai menurun.

"Suporter adalah bagian dari kami. Kontrol kami di luar itu suporter, tetapi kami bukan hanya efek dari suporter, manajemen juga evaluasi secara keseluruhan dari manajemen, jadi acuan dan menjadi keputusan," imbuhnya.

"Sesuai komitmen, target pertandingan home paling tidak seri atau sapu bersih kemenangan. Selama ini, empat pertandingan home menelan kekalahan, dan betul-betul menjadi bahan evaluasi," sambungnya.

Sementara untuk mengganti tugas kepelatihan, manajemen menunjuk Bambang Nurdiansyah yang menjabat direktur teknik, akan menjadi pengarah dari asisten pelatih Widyantoro, dan direktur Akademi PSIS, M. Ridwan, yang bakal menangani Hari Nur dan kawan-kawan hingga sisa pertandingan putaran pertama.

"Ada lima pertandingan yang harus diselesaikan. Sementara ini direktur teknik dan asisten pelatih yang kami beri kewenangan menangani tim sampai ada pelatih kepala baru yang akan ditunjuk manajemen. Dalam waktu dekat ini, pelatih kepala juga akan kami umumkan, sampai saat ini masih menjalin komunikasi secara intensif," jelas Khairul.

Dikonfirmasi terpisah, Jafri menyampaikan ucapan terima kasih kepada manajemen yang selama ini telah memberikan kesempatan bergabung dan menangani tim kebanggaan warga Semarang tersebut.

"Saat ini tim tengah mengalami periodesasi penurunan prestasi. Sebuah tim kurang berprestasi, pasti pelatih kepala yang bertanggung jawab. Terpenting, saya sudah berusaha maksimal sesuai kemampuan kami (skuat PSIS-red), dan bekerja keras memenuhi target manajemen," kata Jafri, kepada Goal Indonesia.

Selain Jafri, pelatih fisik PSIS, Budi Kurnia juga ikut mundur dari PSIS. "Saya sama Budi Kurnia kan memang satu paket, jadi dia juga ikut saya keluar dari PSIS. Banyak hal-hal luar biasa yang kami syukuri selama 26 pertandingan musim 2018-2019 bersama saya," pungkasnya.(gk-18)