PSIM Yogyakarta Tunjuk Liestiadi Gantikan Aji Santoso

Komentar()
Aurelius Balakosa
Liestiadi fokus untuk membawa PSIM menang dalam dua laga tersisa di babak pendahuluan.

LIPUTAN    AURELIUS BALAKOSA     DARI    YOGYAKARTA

Hanya berselang sehari setelah pengunduran diri Aji Santoso dari pelatih kepala PSIM Yogyakarta, manajemen Laskar Mataram bergerak cepat mendapatkan pengganti. Manajemen menunjuk Liestiadi Sinaga sebagai pelatih menggantikan Aji.

Selain Liestiadi, manajemen juga memperkenalkan Erwan Hendarwanto sebagai asisten pelatih. Keduanya memiliki beban untuk meloloskan Cristian Gonzales dan kawan-kawan ke babak delapan besar.

CEO PSIM, Bambang Susanto, mengemukakan penunjukan Liestiadi dan Erwan telah melalui pertimbangan dan diskusi yang masak. Liestiadi dinilai tahu segala risiko kelebihan dan kekurangan tim PSIM pada musim ini.

"Manajemen berharap, kedatangan coach Liestiadi dan Mas Erwan bisa menyatukan kembali chemistry antarpemain. Kami tahu, Mas Erwan sangat paham kelebihan dan kekurangan PSIM, juga coach Liestiadi. Saya berharap keduanya segera bekerja dan membawa tim ini bangkit," tegas Bambang, dalam jumpa pers di salah satu hotel di Yogyakarta, Kamis (10/10) sore.

Laskar Mataram dihadapkan dua partai krusial melawan Persatu Tuban dan Persis Solo untuk memastikan langkah ke delapan besar. Jika salah satu kalah, peluang Laskar Mataram ke babak delapan besar akan sangat tipis.

"Kami tetap optimistis seperti target pada awal musim, promosi ke Liga 1. Untuk promosi, tim ini harus menang dua partai home. Peluang masih sangat terbuka, manajemen mempercayakan kepada coach Liestiadi dan Mas Erwan," ucap Bambang.

Sementara itu, Liestiadi yang sebelumnya membesut Blitar Bandung United mengaku tertantang mewujudkan dua misi berat di depan mata. Dia akan segera bergabung dengan tim untuk menuntaskan misi perdana kontra Persatu Tuban pada 13 Oktober.

"Saya hanya ingin fokus dua partai PSIM. Hasil tim ini memang masih melihat pertandingan lainnya, namun kami ingin enam poin di dua pertandingan tersisa. Jarak tim ini hanya empat poin dari tim yang masuk zona degradasi," tegas Liestiadi.

Eks juru taktik Persijap Jepara ini mengatakan sudah lama mengikuti perkembangan PSIM sejak dilatih Vladimir Vujovic dan kemudian dilatih Aji. Bermaterikan pemain eks Liga 1, prestasi Laskar Mataram tidak sesuai ekspektasi dari manajemen awal musim.

"Inilah sepakbola, semua tidak bisa dihitung secara matematis.  Setidaknya saya bisa menjauhkan tim ini dari degradasi dengan dua partai tersisa," ujarnya.

Soal adaptasi, diakuinya tidak akan ada persoalan, karena 90 persen penggawa PSIM sudah dikenal sangat baik oleh Liestiadi.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

"Adaptasi tidak ada masalah. Bergabungnya Mas Erwan sangat membantu saya. Dia pelatih lokal yang tahu betul cita rasa permainan PSIM. Setiap tim di Indonesia kan memiliki permainan khas yang berbeda-beda. Saya berharap kolaborasi saya dengan Mas Erwan bisa memberikan hasil positif untuk PSIM," tegasnya.

Pada musim ini, Liestiadi mundur dari pelatih kepala Blitar Bandung United pada September. Bandung United menjadi tim pertama dari Liga 2 yang terdegradasi ke Liga 3 musim depan.(gk-18)

 

Tutup