Sempat beredar larangan kontroversial memakai jersey Paris Saint-Germain di pusat kota Marseille, namun keputusan tersebut akhirnya dianulir oleh polisi setempat.
PSG, rival terbesar Olympique Marseille, sukses mencapai final Liga Champions musim ini setelah menang 3-0 atas RB Leipzig dan berambisi untuk meraih trofi Eropa pertama mereka saat menghadapi Bayern Munich, Senin (24/8) dini hari WIB.
Marseille saat ini adalah satu-satunya tim Prancis yang pernah menjuarai Liga Champions, meski ada beberapa tim lainnya yang pernah mencapai final seperti Reims, Saint-Etienne dan AS Monaco.
Gelar juara yang mereka menangkan pada 1993 jelas merupakan kebanggaan besar yang juga dirasakan oleh fans sejauh ini dan tentunya mereka tidak ingin melihat PSG menyamai prestasi tersebut.
Selasa (18/8) kemarin, terjadi bentrokan antara fans Marseille dan PSG di kota tersebut. L’Equipe melaporkan bahwa ada sekitar 50 ultras Marseille berpatroli di distrik Old Port untuk memutus sambungan televisi dan mengancam para fans PSG. Ada beberapa tindak kekerasan dan satu orang diamankan.
Dengan ketegangan yang memanas di kota selatan Prancis itu, Kamis (20/8), otoritas setempat mengeluarkan larangan penggunaan atribut PSG di pusat kota, meski akhirnya dibatalkan.
"Satu-satunya tujuan dari keputusan ini adalah untuk melindungi suporter Paris, dan sama sekali tidak bertujuan untuk membatasi kebebasan mereka untuk bergerak," kata pihak berwenang melalui pernyataan yang dirilis di Twitter. "Dihadapkan dengan ketidakpercayaan yang datang dengan keputusan ini, kepala polisi hari ini memutuskan untuk mencabutnya."
"Pada hari Minggu, akan ada pasukan dengan tugas khusus yang dikerahkan di sekitar area Old Port dan mereka akan siaga dan siap menghentikan aksi apa pun yang dapat menimbulkan masalah, tanpa kecuali."
Profesor Paul Cassia dari Universitas Sorbonne sebelumnya mengatakan kepada RMC bahwa keputusan menerbitkan larangan tersebut "jelas ilegal".
"Risiko adanya serangan belum terlihat," katanya. "Penilaiannya tidak proporsional. Pada Selasa malam, 250 suporter PSG berkumpul di Marseille. Dua dari mereka diserang karena jersey yang mereka pakai. Peran polisi adalah mendamaikan kebebasan setiap orang."


