Pelatih Paris Saint-Germain, Mauricio Pochettino, mencoba menjaga motivasi Kylian Mbappe dkk dengan merujuk dua kemenangan tandang timnya pada fase gugur Liga Champions.
Tergres, PSG dikalahkan Man City dengan skor 2-1 pada leg pertama semi-final Liga Champions di Stadion Parc des Princes, Kamis (29/4) dini hari WIB.
Tuan rumah unggul duluan lewat gol Marquinhos pada menit ke-15. Tapi, sang tamu mampu “comeback” pada babak kedua, masing-masing melalui torehan Kevin De Bruyne (64’) dan Riyad Mahrez (71’).
Hasil ini menjadi kekalahan kandang beruntun PSG di UCL. Pada perempat-final, mereka dikalahkan juara bertahan Bayern Munich di tempat yang sama, meski tetap lolos dengan keunggulan agresivitas gol tandang usai kemenangan 3-2 di Allianz Arena.
Sebelumnya, PSG lebih dulu menyingkirkan Barcelona dengan skor agregat 5-2 menyusul kemenangan 4-1 di Camp Nou pada babak 16 besar.
“Kami bermain bagus pada babak pertama [melawan Man City] dan itu adalah harapan kami untuk leg kedua dan bermain bagus di Manchester," ucap Pochettino dalam sesi temu pers selepas pertandingan.
"Kami bermain bagus di Barcelona dan juga di Munich. Keyakinan seperti itu adalah yang paling penting sekarang,” tutur eks bos Tottenham Hotspur itu.
"Sangat penting memikirkannya kembali kini, sehingga Anda dapat mengembangkannya pada 90 menit selanjutnya,” kata dia.
“Ini akan sulit. Man City tim yang hebat, tapi kami harus yakin,” pungkasnya.
Yang menarik, Poch punya pengalaman manis mengeliminasi City di Stadion Etihad secara dramatis saat masih melatih Spurs, tepatnya pada perempat-final UCL musim 2018/19.




