Thomas Tuchel merasa kesulitan Paris Saint-Germain di Liga Champions terlalu dibesar-besarkan, padahal tim terbaik tidak selalu menang, seperti halnya Roger Federer di dunia tenis.
Sejak Qatar Sports Investments [QSI] menjadi pemilik PSG pada 2011, klub ibu kota Prancis itu terobsesi dengan Liga Champions, dan merogoh dana melimpah demi menjadi tim terbaik Eropa.
Tapi, perjalanan terjauh mereka di kompetisi elite Eropa hanya sampai perempat-final, setelah kolaps melawan Barcelona dan Manchester United dalam prosesnya. Melihat Kylian Mbappe, Mauro Icardi dan Neymar tampil mengesankan musim ini, muncul keyakinan PSG memiliki trio lini depan yang mampu membuat standar di Benua Biru.
Borussia Dortmund sudah menunggu PSG di babak 16 besar musim ini, dan Tuchel tetap tenang meski ada tekanan eksternal.
"Jika saya mengatakan kepada Anda untuk tidak berpikir soal gajah merah muda, Anda akan memikirkannya," ucap Tuchel kepada reporter jelang lahga Coupe de France dengan Dijon dini hari nanti.
"Anda harus menerima konteksnya. Saya katakan setelah [dieliminasi] Manchester United, 'guys, kita akan coba lagi tahun depan'.
"Penyisihan grup, babak 16 besar, begitulah. Sama juga dengan tenis. Semua orang berpikir Roger Federer selalu menang, tapi tidak seperti itu.
"Kami percaya diri, kami mengalami peningkatkan. Kami memiliki kelompok yang bagus. Saya berterima kasih atas kesempatan ini. Pertandingan pertama tidak pernah jadi masalah, semua orang akan bicara tentang laga kedua. Ini olahraga dan harus tetap olahraga.
"Kami juga bisa katakan laga melawan Barcelona dan Man United adalah kesalahan kami. Kami kalah dan tak bisa menunggu semua orang untuk menjadi super positif.
"Bagi saya, itu tidak berubah. Kami di sini setiap hari bersama tim, kami sangat senang berada di babak 16 besar. Ini adalah mimpi bagi semua orang main di Liga Champions dengan klub seperti PSG. Kami selalu positif, Anda hanya bisa memengaruhi konteks dengan memberikan segalanya. Kami tidak membiarkan diri kami terpengaruh dari luar.
"Konteks ini tidak membuat sesuati jadi lebih mudah, tapi ini adalah olahraga. Coba, coba lagi dan jangan pernah menyerah."


