Ungkapan "Semua akan Paris Saint-Germain pada waktunya" mungkin tidak akan berlaku lagi di sepakbola Prancis musim ini.
Mungkin tidak ada yang memprediksi bahwa kampanye Ligue 1 musim 2020/21 akan berlangsung seketat sekarang ini dan siapa yang menjadi juara harus ditentukan hingga pekan terakhir.
Sebagai juara bertahan, PSG masih harus tertahan di posisi kedua hingga pekan ke-37. Les Parisiens saat ini mengoleksi 79 poin, hanya tertinggal satu angka dari Lille di puncak.
Menilik klasemen saat ini, AS Monaco secara poin di posisi ketiga sebetulnya secara matematis masih bisa juara karena Ligue 1 menggunakan selisih gol untuk menentukan posisi klasemen jika poin sama.
Namun, Monaco harus bergantung pada laga lain. Bukan hanya cuma harus menang dengan selisih gol banyak atas Lens di pekan terakhir, Monaco juga harus berharap Lille dan PSG kalah dari dua tim papan bawah Angers dan Brest. Dengan demikian, kans juara Monaco sangatlah tipis.
Situasi ini tergolong mengejutkan, terutama jika melihat betapa dominannya PSG dalam merajai peta persepakbolaan Prancis. Mereka sukses tujuh kali menjadi juara dalam delapan musim terakhir gelaran Ligue 1, satu-satunya kegagalan mereka pada musim 2016/17 kalah dari Monaco.
Getty ImagesPun demikian dengan turnamen domestik lainnya, Coupe de France, yang menghasilkan lima trofi dalam enam edisi terakhir, kecuali musim 2019/20 muncul Rennes sebagai batu sandungan.Bisa dikatakan perjalanan PSG selalu nyaris sempurna setiap musimnya di level dalam negeri. Namun "kesempurnaan" itu terancam sirna musim ini dengan mereka berpeluang menutup kampanye tanpa gelar satu pun.
Secara matematis, peluang juara PSG masih ada tapi rasanya cukup sulit karena selain harus fokus meraih kemenangan pada pekan terakhir mereka juga perlu berharap agar Lille di urutan pertama terpeleset.
Peliknya, pasukan Mauricio Pochettino harus membagi fokus mereka di saat memasuki fase krusial ini. Selain menatap pekan terakhir Ligue 1, mereka juga harus memusatkan perhatian pada partai final Coupe de France musim ini, di mana Monaco akan menjadi lawan mereka pada Kamis (20/5) dini hari WIB.
Hasil akhir dari duel lawan Monaco bisa menjadi penentu kelanjutan perjalanan PSG musim ini. Kemenangan bisa menyelamatkan musim mereka, jika skenario terburuknya gagal mempertahankan gelar juara Ligue 1. Setidaknya mereka ada satu trofi yang mampir ke lemari mereka, setelah juga gagal mengejar ambisi terbesar mereka yakni Liga Champions.
Namun, jika kalah dari Monaco, kekhawatiran akan jatuhnya mental Kylian Mbappe, Neymar dan kolega bisa saja terwujud dan bisa jadi mereka untuk pertama kalinya di bawah kepemimpinan presiden Nasser Al-Khelaifi yang mewakili investor asal Qatar sejak 2012/13 mengakhiri musim tanpa trofi apa pun.




