LIPUTAN RIZKAART CENDRADIPUTRA DARI BOGOR
Gelandang PS TIRA Gustavo Lopez mengaku masih buta dengan peta kekuatan klub Liga 1 2018, terutama yang diperkuat sejumlah pemain naturalisasi. Kendati demikian, Lopez menegaskan kondisi itu tidak menyurutkan motivasi mereka.
Lopez mengakui klub yang diperkuat pemain naturaliasi akan semakin kuat. Mantan pemain Persela Lamongan ini berjanji akan memberikan yang terbaik untuk PS TIRA, dan merasa yakin dengan materi pemain yang dimiliki klub.
“Belum tahu, karena saya lama tidak main di Indonesia. Juara tahun lalu [Bhayangkara FC], saya juga belum pernah main melawan mereka. Saya baca berita ada banyak tim punya pemain naturalisasi. Tim jadi lebih kuat, karena sepertinya mereka main sama tujuh pemain asing, tapi tidak masalah,” tutur Gustavo
“Kami harus fokus waktu kami main lawan tim ini, siapa punya naturalisasi. Target saya pribadi kasih yang terbaik untuk PS TIRA. Saya pikir kami tidak terlalu jauh dari tim lain. Saya lihat pemain juga masuk di timnas sudah punya pengalaman untuk main di liga indonesia.”
Sementara itu, pelatih Rudy Eka Priyambada menyebut hadirnya dua gelandang asing berkarakter menyerang Gustavo dan Mariano Berriex membuktikan dirinya mempercayai pemain lokal untuk mengisi posisi gelandang tengah.
“Sebetulnya tidak playmaker juga, yang penting dia bisa pegang bola. Pemain lokal di posisi tengah sudah banyak sekali ada, saya prioritas pemain lokal karena sudah ada Manahati [Lestuesen], Izmy [Hatuwe], dan Ryan [Wiradinatan],” jelas Rudy.
Namun Rudy mengaku masih ada pekerjaan rumah yang harus dibenahi. Ia menyoroti kelemahan anak asuhnya yang masih sering meninggalkan lubang di lini belakang, seperti ketika mengalahkan PS Tulehu Putra dengan skor 9-1 dua hari lalu di Lapangan Pusdikzi, Kota Bogor.
“Saya tidak melihat lawan. Saya mau melihat kerja sama tim ketika lawan menumpuk di belakang, atau ketika lawan menekan. Pada dasarnya kalau lawan tim seperti ini kami selalu underestimate, saya tidak mau melihat itu,” kata Rudy.
“Lini belakang saya melihat ada celah bolong. Suatu warning buat anak-anak supaya lebih bersiaga jangan sampai ada kebocoran seperti itu. Saya mau melihat peningkatan tim, baik yang utama maupun pelapisnya.”
“Bedanya ada kalau tim pertama menyerang lebih rileks memainkan apa yang saya mau. Tetapi ada perubahan ketika ada Gustavo dan Manahati, aliran bola jadi lebih cepat banget.” (gk-61)

