Bhayangkara & Persija JakartaMario Sonatha

Protokol Kesehatan Untuk Liga 1 & 2 Belum Final

Plt sekjen PSSI Yunus Nusi, berbicara tentang beredarnya panduan protokol kesehatan saat Liga 1 dan 2 dilanjutkan. Menurutnya, hal tersebut bisa saja berubah karena belum final.

Sampai sekarang PSSI belum memutuskan nasib kompetisi musim ini. Namun, berdasarkan rapat virtual dengan klub, beberapa hari lalu, Liga 1 dijadwalkan digelar pada September 2020, sementara Liga 2, Oktober mendatang.

Maka dari itu, PSSI menyusun protokol kesehatan sebagai pedoman bila kompetisi dilanjutkan. Langkah itu dilakukan untuk menghindari infeksi virus corona yang masih melanda Tanah Air.

"Iya benar itu memang kami buat, namun sampai dengan saat ini masif bentuk draf. Ini kami buat berdasarkan permintaan dari klub pada saat pertemuan virtual beberapa waktu yang lalu," kata Yunus.

Thailand U-23 0-2 Indonesia U-23 26112019

Adapun protokol kesehatan tersebut disusun oleh Yunus, Maaike Ira Puspita (wasekjen PSSI), Indra Sjafri (direktur teknik PSSI), Syarif Alwi (ketua tim medis PSSI), Dicky M. Shofwan (dokter timnas Indoensia U-19), Ifran Ahmad (dokter timnas Indonesia U-16), dan Leksolie FoEs (dokter timnas putri Indonesia).

Berbagai referensi diambil PSSI dalam menyusun protokol kesehatan tersebut. Federasi sepakbola nasional tersebut ingin memastikan semua pihak yang terlibat saat kompetisi bergulir, aman dari virus corona.

"Masih dibicarakan di internal PSSI. Tapi, memang dr. Syarif Alwi sudah memperbolehkan untuk menyebarkan sebagai sosialisasi kepada klub untuk dimintai masukan," ucap Indra. 

Kompetisi sudah dihentikan sejak pertengahan Maret lalu, karena pandemi virus corona. Para klub Liga 1 dan 2 langsung meminta pemainnya untuk menjalani latihan mandiri di kediamannya masing-masing.

Iklan
0