Pelatih PSM Makassar Bojan Hodak mengingatkan PSSI untuk lebih kreatif dalam mengembangkan pemain muda agar tidak tertinggal dengan sejumlah negara Asia Tenggara lainnya.
Hodak menyatakan, Indonesia memiliki banyak potensi untuk diasah menjadi pemain berkualitas. Hanya saja, perencanaan yang tidak matang menjadi permasalahan utama bagi Indonesia dalam mengembangkan pemain muda.
“Indonesia masih kekurangan di beberapa sektor, terutama pengembangan akar rumput. Mereka punya populasi yang besar. Dibutuhkan perencanaan yang tepat dan dana besar untuk menjalankannya,” ujar Hodak diwartakan laman The Star.
Berkaca dari pengalamannya, Hodak melihat Malaysia lebih memiliki program yang jelas dan terarah. Program pengembangan sepakbola nasional (NFDP) menjadi dasar mengasah pemain muda.
“NFDP Malaysia menjadi awal dari pengembangan talenta pemain muda. Kuncinya adalah tetap meningkatkan diri, dan memperbarui program. Jika memungkinkan, program ini disebar ke negara bagian dengan rancangan yang sama,” beber mantan pelatih timnas Malaysia U-19 ini.
“Berdasarkan pengalaman saya bekerja dengan anak-anak NFDP, mereka memiliki kualitas teknik dan taktik lebih bagus dibadingkan pemain yang datang dari ajang turnamen di negara bagian.”
SIMAK JUGA: BERITA SEPAKBOLA NASIONAL!
