Ujian berat langsung dihadapi Rusia setelah harus melawan Inggris dalam partai perdana di Grup B.
Rusia pernah merajai Eropa. Saat masih bernama Uni-Soviet, Euro perdana yang dihelat di Prancis pada 1960 mampu mereka juarai.
Berganti nama menjadi CIS hingga akhirnya Rusia, prestasi mereka justru meredup. Hanya sekali mampu lolos ke semifinal, selebihnya tidak lolos atau tersingkir di fase grup putaran final Euro.
 | PROFIL SINGKAT
RUSIA |  |

Perjuangan berat dilalui Rusia untuk sampai ke putaran final Euro 2016. Hasil buruk diraih dalam enam laga awal babak kualifikasi hingga berujung kepada pemecatan Fabio Capello selaku pelatih.
Leonid Slutsky membawa angin segar usai ditunjuk menangani Rusia. Tim berjuluk Beruang Merah menyapu bersih kemenangan dalam empat laga terakhir hingga finis di urutan kedua Grup G.
Slutsky menghadapi tantangan besar dalam upayanya meloloskan Rusia ke babak 16-Besar. Pasalnya, Rusia tergabung dalam yang cukup berat, yakni di Grup B bersama Inggris, Slowakia dan Wales.

| Kiper |
| Igor Akinfeev (CSKA Moscow), Guilherme (Lokomotiv Moscow), Yuri Lodygin (Zenit St Petersburg). |
| Bek |
| Alexei Berezutski (CSKA Moscow), Vasili Berezutski (CSKA Moscow), Sergei Ignashevich (CSKA Moscow), Dmitri Kombarov (Spartak Moscow), Roman Neustadter (Schalke 04), Georgi Schennikov (CSKA Moscow), Roman Shishkin (Lokomotiv Moscow), Igor Smolnikov (Zenit) |
| Gelandang |
| Igor Denisov (Dynamo Moscow), Denis Glushakov (Spartak Moscow), Alexander Golovin (CSKA Moscow), Oleg Ivanov (Terek Grozny), Pavel Mamaev (Krasnodar), Alexander Samedov (Lokomotiv Moscow), Oleg Shatov (Zenit St Petersburg), Roman Shirokov (CSKA Moscow), Dmitri Torbinski (Krasnodar). |
| Penyerang |
| Artem Dzyuba (Zenit St Petersburg), Alexander Kokorin (Zenit St Petersburg), Fedor Smolov (Krasnodar) |
Gaya bermain Rusia di bawah asuhan Slutsky jauh lebih atraktif dibanding ketika dibesut Capello. Sayang, mereka harus tampil tanpa pengatur serangan, Alan Dzagoev, yang absen di Euro 2016 akibat cedera.
Ketangguhan Igor Akinfeev di bawah mistar gawang menjadi salah satu bekal Rusia menghadapi ketatnya persaingan, sedangkan lini depan bakal bertumpu kepada sang top skorer tim dalam babak kualifikasi, Artem Dzyuba.
GRUP B
Slowakia - Wales - Inggris - RUSIA |
| 12 Juni 2016 | 02.00 WIB | Inggris vs Rusia | Stade Velodrome, Marseille |
| 15 Juni 2016 | 20.00 WIB | Rusia vs Slowakia | Stade Pierre-Mauroy, Lille |
| 21 Juni 2016 | 03.00 WIB | Rusia vs Wales | Stadium Municipal, Toulouse |
| Simak Jadwal Euro 2016 lainnya di sini! |
Ujian berat langsung dihadapi Rusia. Mereka harus melawan Inggris dalam partai pertama di Grup B.
Hasil seri kontra Inggris tentu bakal meningkatkan kepercayaan diri Rusia. Pasalnya, anak asuh Slutsky masih harus melawan Slowakia dan Wales.
Slowakia tidak bisa disepelekan setelah menang atas Spanyol dalam kualifikasi dan mengalahkan Jerman dalam uji coba. Wales juga berpotensi menjadi batu sandungan bagi Rusia.

| TAHUN | PENCAPAIAN |
| 1960 | Juara *) |
| 1964 | Final |
| 1968 | Peringkat keempat |
| 1972 | Final |
| 1976 | Tidak lolos |
| 1980 | Tidak lolos |
| 1984 | Tidak lolos |
| 1988 | Final |
| 1992 |
Fase grup **)
|
| 1996 | Fase grup |
| 2000 | Tidak lolos |
| 2004 | Fase grup |
| 2008 | Semi-final |
| 2012 | Fase grup |
| 2016 | ??? |
| | |
| STATISTIK | Main: 30 | Menang: 12 | Imbang: 6 | Kalah: 12
Gol: 36 | Kebobolan: 39
Gelar Juara: 1 |
*)Uni-Soviet dari Euro 1960 hingga 1988
**)CIS hanya Euro 1992
- Meski telah berusia 36 tahun, pemegang caps terbanyak bersama Rusia, Sergei Ignashevich, masih dipercaya untuk tampil dalam Euro 2016 mendatang. Dia telah memperkuat Rusia sebanyak 114 kali.
- Rusia masih memegang rekor gol tercepat sepanjang sejarah Euro. Itu dicatatkan oleh Dmitri Kirichenko ketika membobol gawang Yunani pada detik ke-68 dalam fase grup pada 2004 silam.
