Presiden UEFA Aleksander Ceferin membandingkan klub-klub pendiri Liga Super Eropa dengan para penganut keyakinan bumi-datar dan karakter Monty Python, sembari menegaskan "semuanya akan bertanggung jawab atas rencana pembentukan kompetisi baru tersebut.
Pada Minggu (18/4), 12 klub pendiri mengumumkan rencana pembentukan Liga Super Eropa, yang disebut-sebut sebagai pesaing untuk Liga Champions, namun belum genap 48 jam "kocar-kacir" karena sebagian besar dari klub-klub pendiri itu mengundurkan diri dari keikutsertaan.
Presiden Real Madrid Florentino Perez bersikeras bahwa Liga Super Eropa akan tetap berjalan, yang itu membuat Ceferin bingung.
Ceferin memuji enam klub Inggris yang telah mengundurkan diri dan mengeluarkan permintaan maaf ke publik. Ia merasa bahwa klub-klub yang masih terlibat dalam pendirian Liga Super Eropa adalah delusi untuk berpikir bahwa proyek itu merupakan alternatif yang tepat untuk Liga Champions.
"Ada perbedaan yang jelas antara klub-klub Inggris dan enam klub lainnya. Mereka mundur lebih dulu, mereka mengakui bahwa mereka melakukan kesalahan," ujar Ceferin kepada Daily Mail.
"Anda harus memiliki kehebatan untuk mengatakan: 'Saya salah'. Bagi saya, ada tiga grup dari 12 klub itu--enam dari Inggris yang keluar lebih dulu, kemudian tiga lainnya [Atletico Madrid, AC Milan, dan Inter] setelah mereka, dan mereka yang merasa Bumi adalah datar serta mengira Liga Super Eropa masih ada."
"Ada perbedaan besar di antara klub-klub itu, tapi setiap orang bertanggung jawab. Dengan cara apa, kita akan lihat."
Ceferin kemudian membuat sebuah komentar yang sebenarnya ditujukan kepada Perez.
"Meski skema mereka gagal, beberapa pihak tidak bisa menerimanya dengan baik. Seperti Black Knight di Monty Pyton, setiap jalan keluar disambut dengan 'bergumam', sementara badan dari proyek bercucuran darah di lantai," ujar Ceferin lagi.
