Presiden RI Joko Widodo, Menpora Dito Ariotedjo & Ketua Umum PSSI Erick ThohirKemenpora

Presiden RI Joko Widodo Ajak Arab Saudi Bicarakan Tuan Rumah Piala Dunia 2034

Presiden RI Joko Widodo membuka opsi baru mengenai peluang Indonesia menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2034. Bukan dengan Australia maupun negara tetangga di Asia Tenggara, melainkan Arab Saudi.

Asia dan Oseania mendapat jatah untuk menggelar Piala Dunia 2034 setelah digelar di Eropa, Afrika, dan Amerika Selatan pada 2030. Hingga saat ini, baru Arab Saudi yang mengajukan pencalonan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2034.

Piala Dunia 2030 sebetulnya digelar di tiga negara yang berada di dua benua, yakni Portugal dan Spanyol, serta Maroko. Meski Portugal dan Spanyol berbeda benua dengan Maroko, mereka bertetangga secara geografis dengan jarak yang tidak jauh.

Sedangkan Uruguay, Argentina, dan Portugal yang berada di wilayah Amerika Selatan dipilih sebagai peringatan 100 tahun pelaksanaan Piala Dunia. Mereka hanya menggelar tiga pertandingan pertama.

Menteri pemuda dan olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo kunjungan kerja Jokowi ke Arab Saudi selain untuk menghadiri KTT pertama ASEAN GCC (Gulf Cooperation Countries) di Riyadh, juga membicarakan peluang menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2034 dengan Arab Saudi.

“Kami lagi mengikuti perkembangannya. Memang positioning Indonesia itu yang Bapak Presiden inginkan, kita minimal bisa menjadi co-host,” ujar Dito dilansir laman resmi kementerian pemuda dan olahraga (Kemenpora).

“Kami sudah sampaikan kita ingin sebagai co-host. Ini saya akan terbang ke Arab Saudi mendampingi Pak Presiden. [Piala Dunia] Salah satu topik yang akan dibicarakan putra mahkota Arab Saudi ke Pak Presiden.”

Walau menginginkan menjadi tuan rumah bersama Arab Saudi, Indonesia tidak akan mengesampingkan negara tetangga seperti Australia dan anggota ASEAN. Keinginan menggelar Piala Dunia bersama negara tetangga tetap dilakukan.

“Nanti akan kami update. Untuk komunikasi dengan Australia juga sudah berjalan. Komunikasi bersama negara-negara ASEAN pun berjalan. Intinya posisi Indonesia kita ingin sebagai co-host,” jelas Dito.

Iklan
0