Nasser Al Khelaifi PSG Real Madrid 06032018Getty

Presiden Paris Saint-Germain Anggap Juventus, Barcelona & Real Madrid Klub Pengecut

Presiden Paris Saint-Germain Nasser Al Khelaifi mengkritik Juventus, Barcelona, dan Real Madrid yang hingga kini masih ngotot untuk menggelar European Super League, meski mendapat penolakan dari sebagai besar klub dan pemerintah di Eropa.

Sejak wacana menggelar Super League diapungkan, sejumlah klub yang di dalamnya mulai menarik diri, dan taat kepada aturan UEFA. Namun, hingga kini Juventus, Barcelona, dan Madrid masih menginginkan kompetisi elite ini tetap digulirkan.

Bahkan presiden Barcelona Joan Laporta menyebutkan, ide menggelar Super League ini bertujuan untuk menyadarkan sepakbola Eropa. Laporta yakin ide ini akan terealisasi bila sudah dilakukan dialog.

Namun Al Khelaifi menyatakkan, Super League hanya dibentuk oleh klub yang merasa khawatir posisi mereka sebagai papan atas Eropa, termasuk dunia, terusik dengan munculnya beberapa tim medioker ke permukaan.

“Anda menyebutnya sebagai Super League, tapi saya menyebutnya sebagai non-Liga Super. Sepakbola harus dikembangkan dengan cara menghormati klub kecil, menengah dan besar, dan juga fans. Tampaknya beberapa klub tidak ingin klub menengah menjadi lebih besar. Mereka takut dengan kompetisi,” cetus Al Khelaifi dikutip laman AS.

“Ekosistem sepakbola lebih besar dari hanya sekadar dua atau tiga klub. Ini sangat penting. Pesan telah disampaikan ke semua orang, bahwa tidak ada yang bisa merusak ekosistem sepakbola.”

“Rekan-rekan dari ECA (asosiasi klub Eropa) dan saya sangat menentang Super League. Saya ingat kami bermain di Liga Europa melawan Salzburg pada 2011, dan [hawa saat itu] sangat dingin. Kemudian saya melihat semua fans, itu luar biasa. Saya bangga [kami] memainkan pertandingan itu.”

Al Khelaifi juga menyampaikan dukungan kepada UEFA yang telah memperbaharui Liga Champions. Bahkan, format baru Liga Champions bisa mendatangkan lebih banyak sponsor, dan menghadirkan persaingan yang menarik.

“Formatnya sudah sukses, bahkan sebelum itu dimulai. Penjualan hak siar TV secara global membuktikannya. Klub kecil dan menengah bermimpi bisa mencapai Liga Champions. Anda tidak dilahirkan [langsung] sebagai klub yang hebat, melainkan Anda menjadi klub yang hebat. Tidak ada jurang dengan klub-klub besar,” imbuh Al Khelaifi.

Iklan
0