Florentino Tebas LaLigaGetty/LaLiga

Presiden La Liga Javier Tebas: Liga Super Eropa Belum Mati

Presiden La Liga, Javier Tebas telah memperingatkan bahwa proyek Liga Super Eropa "belum mati" dan mengkritik para pendirinya yakni Real Madrid, Barcelona dan Juventus karena masih terus berusaha mewujudkan ambisi mereka.

Tebas, salah satu yang vokal menentang proyek tersebut sejak percobaan peluncurannya pada April lalu, berbicara mengenai hal itu pada Kamis (27/5) dalam pertemuan di Madrid yang diadakan oleh klub-klub Eropa.

"Yang paling mengganggu saya, secara pribadi, adalah mereka yang mengira kami naif, bahwa kami bodoh," kata Tebas. "Apa yang mereka coba lakukan sangat serius, kudeta terhadap sepakbola Eropa."

UEFA memulai proses disipliner minggu ini terhadap Madrid, Barca dan Juventus - tiga dari 12 pendiri Liga Super yang hingga sekarang ini masih berusaha kuat untuk mewujudkan proyek impian mereka.

Klub-klub itu membalas ancaman UEFA soal potensi sanksi, yang kemungkinan akan membuat mereka dicoret dari Liga Champions, dalam sebuah pernyataan bersama pada Rabu (26/5).

Tebas mengatakan dirinya tidak akan mempermasalahkan bentuk hukuman seperti apa yang akan dijatuhkan oleh UEFA, bahkan jika nantinya akan berdampak pada La Liga.

"Presiden La Liga akan menghormati keputusan apa pun yang diambil [oleh UEFA] entah klub-klub Spanyol akan terpengaruh atau tidak," katanya. "Ini bukan tentang nasionalisme, ini tentang fakta dan perilaku, entah mereka berasal dari Spanyol atau Italia atau mana pun."

"Dalam pernyataan yang dirilis oleh tiga klub yang sudah karam, meski pun perahu mereka telah tenggelam, mereka masih mencoba memberi pelajaran tentang bagaimana sepakbola harus dimodernisasi atau dihancurkan. [Presiden Madrid] Florentino Perez, [presiden Barcelona] Joan Laporta dan [CEO Juventus] Andrea Agnelli tidak akan memberi kami pelajaran apa pun. Tidak benar bahwa sepakbola sedang dalam kehancuran."

Enam klub Inggris yang awalnya terlibat dalam proyek tersebut, serta Atletico Madrid, Inter Milan dan AC Milan, semuanya mencapai kesepakatan dengan UEFA, setuju untuk membayar denda sebesar €15 juta atas keterlibatan mereka.

Itu tampaknya mengakhiri rencana pembentukan Liga Super, namun Tebas memperingatkan agar bukan berarti UEFA menganggap ini sebagai langkah kemenangan mereka.

Ia juga tidak sepenuhnya setuju dengan apa yang dianggapnya sebagai dukungan implisit dari presiden FIFA, Gianni Infantino.

"Liga Super belum mati," lanjutnya. "Jika kita memahami bahwa Liga Super adalah format kompetisi dengan 15 klub, liga yang tertutup, dengan lima lainnya akan diundang, untuk menggantikan Liga Champions - maka format itu memang benar sudah mati. Tapi Liga Super bukan sekadar format, itu konsep ideologi. Bahayanya bukan hanya tiga klub ini - bahayanya juga presiden FIFA."

Iklan

ENJOYED THIS STORY?

Add GOAL.com as a preferred source on Google to see more of our reporting

0