Performa subur Atalanta telah mengundang decak kagum baik di Italia mau pun mancanegara selama beberapa musim terakhir, namun tidak dengan presiden Juventus, Andrea Agnelli.
Atalanta sukses lolos ke Liga Champions musim 2019/20 sebagai peringkat ketiga Serie A, pencapaian itu tak lepas dari kontribusi Duvan Zapata yang mengemas 23 gol dan mampu mengungguli Cristiano Ronaldo dalam daftar topskor.
Semua indikasi untuk mencapai kesuksesan lain musim ini juga telah mereka tunjukkan, dengan sementara ini menduduki posisi keempat klasemen unggul tiga poin atas AS Roma di tangga kelima.
Atalanta juga menjadi satu-satunya kontestan Serie A yang memenangkan leg pertama babak 16 besar Liga Champions, ketika menggilas Valencia dengan skor 4-1 dan memperluas jalan mereka menuju perempat-final.
Tapi Agnelli, yang melihat Juve kalah dari Lyon, berpendapat bahwa seharusnya tim-tim yang bersaing di kompetisi elite Eropa tidak saling melempar dukungan.
"Saya sangat menghormati semua yang dilakukan Atalanta, tapi tanpa sejarah internasional dan hanya berkat satu musim yang hebat, mereka memiliki akses langsung ke kompetisi klub utama Eropa. Apakah itu benar atau tidak?" kata Agnelli kepada FT Business of Football Summit di London.
"Lalu saya memikirkan Roma, yang berkonrtibusi dalam beberapa tahun terakhir untuk mempertahankan koefisien Italia [di Eropa]. Mereka menjalani satu musim yang buruk dan tersingkir, kegagalan yang berdampak pada finansial mereka."
Agnelli merupakan salah satu pendukung ide pembentukan Liga Super Eropa, yang akan akan secara eksklusif menguntungkan klub-klub top Eropa dan membatasi yang semenjana seperti Atalanta.
Tapi ia bersikeras bahwa gagasan itu memang perlu diwujudkan demi menghindarkan klub-klub raksasa dari kerugian ketika gagal memperoleh tambahan nilai di lapangan.
"Kita harus melindungi investasi dan pengeluaran. Jadi, apakah Atalanta akan memiliki peluang lebih sedikit untuk bermain di level atas?" sambungnya.
"Saya tidak punya jawaban untuk itu, ini hanya tentang menyiapkan proses yang transparan agar bisa mengambil keputusan terhadap gagasan itu."
"Ada tim-tim yang memenangkan liga atau piala dan mencapai level Eropa hanya berdasarkan peringkat di negara mereka. Intinya adalah bagaimana kita menyeimbangkan kontribusi untuk sepakbola Eropa dan performa selama satu tahun."




