Paul Dempsey

Presenter EPL Paul Dempsey Jadi Narasumber Talkshow Jurnalistik

Presenter Liga Primer Inggris, Paul Dempsey, dengan gamblang membeberkan bagaimana irisan industri televisi, jurnalistik, dan sepakbola modern di Inggris.

Hal itu dipaparkan Dempsey saat dihadirkan sebagai salah satu narasumber dalam talkshow bertajuk "Broadcasting & Media Journalism in Modern Football" di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (21/8).

"Pada akhir 80an dan awal 90an, holiganisme di Inggris membuat orang-orang datang ke stadion. Tragedi Heysel dan Hillsborough menjadi penyebab," ucap Dempsey dalam salah satu kutipannya.

"Tetapi, seluruh rakyat Inggris menangis saat menyaksikan timnasnya dikalahkan Jerman Barat lewat adu penalti pada semifinal Piala Dunia 1990," tutur presenter angkatan pertama di saluran televisi Sky Sports itu.

"Waktu itu, Liga Inggris hanya ditayangkan lewat siaran tunda oleh Sky, sepi peminat, dan nilainya hanya £4,4 juta untuk satu musim. Kini, satu pertandingan berharga £10 juta!," tambahnya.

Dempsey menambahkan, Sky Sports memainkan peran utama dalam peningkatan komersialisasi olahraga di Inggris sejak 1990.

Sky, korporasi yang dimiliki oleh Rupert Murdoch tersebut pun memiliki peran besar dalam mendorong Liga Primer untuk melepaskan diri dari The Football League pada 1992.

Dempsey meninggalkan Sky Sports pada 2006. Setelah itu, ia melanjutkan karier di sejumlah saluran televisi olahraga, antara lain ESPN dan BT Sport. Kini, pria berusia 59 tahun itu dipercaya menjadi host Liga Primer di Mola TV.

Selain Dempsey,PSSI juga menghadirkan dua narasumber lokal, yakni Produser Olahraga RCTI Hadi "Ahay" Gunawan dan Deputy Chief Editor Goal.com Rais Adnan.

Iklan