Kylian Mbappe berkata ia tidak pernah meminta Paris Saint-Germain merekrut pemain tertentu selama membela Les Parisiens, membantah tuduhan yang dilayangkan sang presiden Nasser Al-Khelaifi di tengah spekulasi masa depannya.
Kontrak penyerang Prancis itu di Parc des Princes habis sebentar lagi karena akan selesai di 2022. Hingga kini raksasa Ligue 1 dan pria 22 tahun itu belum mencapai kesepakatan.
Mbappe sebelumnya mengaku ia tidak tahu menyoal masa depannya, memaksa Al-Khelaifi untuk berkomentar dan mengklaim bahwa Mbappe tidak punya wewenang dalam proses rekrutmen - Mbappe pun membalas komentar itu menjelang laga pembuka Grup F Les Bleus kontra Jerman di Euro 2020 besok Rabu (16/6) dini hari WIB.
"Saya tidak tertarik, saya di sini demi Prancis, yang terpenting adalah tim Prancis, saya tidak ingin mengganggu skuad," ujar Mbappe dalam konferensi pers sebelum akhirnya membahas persoalan dengan sang presiden.
"Al-Khelaifi bilang saya tidak boleh memilih rekrutmen? Saya akan menjawab itu. Saya tidak pernah meminta presiden atau [direktur olahraga] Leonardo untuk membeli satu pemain pun."
"Saya hanya pesepakbola, saya harus puas dengan bermain di lapangan. Saya tidak pernah meminta PSG merekrut satu pemain pun."
Spekulasi soal apakah mantan pemain AS Monaco itu akan memperpanjang masa baktinya di Paris semakin bergejolak setelah pasukan Mauricio Pochettino melalui musim yang sulit di kancah domestik dan Eropa.
Gelar Ligue 1 direbut oleh tangan Lille dan tak bisa mencapai final Liga Champions - menyamai pencapaian musim 2019/2020 - telah menggoyahkan atmosfir di PSG.
Pemain kunci saat Prancis juara Piala Dunia 2018 ini jarang menuntut kesuksesan dan trofi dalam kariernya, namun kini - hanya beberapa bulan setelah sesama megabintang Neymar memperpanjang kontraknya - ia bisa hengkang dari PSG secara cuma-cuma setelah kontraknya selesai.
Nasib di PSG tidak akan menjadi prioritas Mbappe hingga Prancis menyelesaikan Euro 2020, di mana mereka tengah mengincar trofi besar beruntun setelah berjaya di Rusia tiga tahun yang lalu.
Namun mereka harus menghuni grup neraka bersama juara Piala Dunia empat kali Jerman, juara bertahan Euro Portugal, dan Hungaria di Grup F.
Jika lolos, mereka akan menjadi unggulan untuk meraih kemenangan saat final di Stadion Wembley bulan depan.
